Pemerintah upayakan kesepakatan tarif dagang dengan Afrika
Merdeka.com - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan pemerintah tengah mengupayakan penyelesaian terkait tarif perdagangan dengan negara-negara di benua Afrika, guna meningkatkan kerja sama ekonomi dengan negara-negara tersebut.
"Hambatannya masalah tarif karena belum ada perjanjian perdagangan. Ini lagi kami upayakan," kata Enggar di Forum Indonesia-Afrika (IAF) di Bali, dikutip Antara, Selasa (10/4).
Dia menambahkan, kerja sama Indonesia dan Afrika memiliki potensi besar untuk tumbuh karena banyak komoditas yang saling dibutuhkan kedua pihak. "Dari industri strategis mereka juga butuh tetapi di sisi lain Indonesia juga butuh beberapa bahan mentah dari mereka," imbuhnya.
Meski demikian, Enggar belum memastikan penyelesaian terkait tarif perdagangan antara Indonesia dan Afrika akan diputuskan dalam forum pertama ini.
Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam IAF menyebutkan nilai perdagangan Indonesia dengan Afrika mencapai sekitar USD 8 miliar, atau naik 15 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga saat ini ada sekitar 30 perusahaan Indonesia yang beroperasi di benua Afrika, di antaranya perusahaan farmasi, tekstil dan energi. Sementara investasi Afrika di Indonesia mencapai sekitar USD 1,28 miliar.
Beberapa produk yang yang diperdagangkan dari Afrika ke Indonesia di antaranya minyak mentah, kapas, bibit cokelat, sedangkan Afrika membutuhkan produk yang diimpor dari Indonesia di antaranya kendaraan bermotor dan minyak sawit hingga produk mi instan.
"Saya berharap pertemuan ini bisa memetakan kerja sama ekonomi masa depan Indonesia dan Afrika," ujar Jusuf Kalla.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya