Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemerintah untung jual Premium, Faisal Basri dituding gagal

Pemerintah untung jual Premium, Faisal Basri dituding gagal Faisal Basri. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Arief Poyuono menyebut Faisal Basri telah gagal mengomandoi tim anti mafia migas bentukan Kementerian ESDM. Pasalnya, saat ini masih banyak dan kuatnya pengaruh mafia migas dalam tata migas di Indonesia.

Arif menyebut, salah satu bukti kuatnya pengaruh mafia migas di Indonesia adalah dalam kebijakan subsidi BBM. Dalam penerapan subsidi, pemerintah malah mengambil untung Rp 1.886 per liter.

"Dengan harga Premium Rp 7.600 per liter menunjukkan bahwa mafia migas masih kuat dalam tata niaga migas di Indonesia artinya Tim Reformasi Tata Niaga Migas yang di komandoi Faisal Basri telah gagal menyusun tata niaga migas yang sehat dan bersih dari mafia migas," ucap Arif dalam keterangannya yang diterima merdeka.com di Jakarta, Minggu (4/1).

Arif melalui Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu mendesak pemerintah yang telah melakukan harga BBM dengan mekanisme pasar untuk transparan dalam menyajikan harga beli BBM dan Minyak mentah import dan biaya refinery hingga margin keuntungannya.

Sebelumnya, Arif membeberkan hitungan harga BBM subsidi di Indonesia yang mengikuti mekanisme pasar. Dengan menggunakan dasar perhitungan (MOPS) yang di terapkan oleh pemerintah Jokowi –JK dengan harga sebesar rata rata Gasoline (BBM) USD 60,203 FOB ditambah Pajak Pertambahan Nilai 10 persen (VAT Local) dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor 5 persen maka didapat harga BBM sebesar USD 69,23345 per barel.

Jika ditambahkan dengan biaya penyimpanan dan margin keuntungan sebesar 5 persen equivalen USD 3,46 per barel dari harga BBM yang di impor maka didapati harga BBM sampai ke konsumen sebesar USD 72,69 (dibulatkan )," beber Arif dalam keterangannya kepada redaksi merdeka.com di Jakarta, Minggu (4/1).

Dengan harga USD 72,69 per barel untuk harga BBM sesuai mekanisme pasar maka harga per liter BBM adalah USD 72,69 x Rp 12.500 = Rp 908.668 ( asumsi nilai kurus rupiah terhadap USD). "Maka harga per liternya BBM sebesar Rp 908668 /159 liter = Rp 5.714 per liter."

Menurut Arif, dengan penetapan harga BBM Premium sebesar Rp 7.600 per liter sesungguhnya masyarakat tidak disubsidi tetapi justru pemerintah mendapatkan keuntungan besar dari penjualan BBM premium dengan selisih keuntungan Rp 1.886 per liter dan ditambah pajak PPN dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor sebesar Rp 707. (mdk/idr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP