Pemerintah Umumkan Omicron Masuk RI, Rupiah dan IHSG Kompak Merah
Merdeka.com - Pemerintah mengonfirmasi 1 kasus mutasi varian Omicron di Indonesia. Kasus tersebut berasal dari pekerja pembersih di rumah sakit Wisma Atlet.
Pengumuman tersebut berdampak pada gerak kurs dan IHSG yang kompak melemah. Pada pembukaan perdagangan Rupiah dibuka di level Rp14.325 per USD, saat ini berada pada posisi Rp14.345 per USD. Sementara IHSG dibuka di level 6.648, posisi saat ini 6.597.
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, sejak awal pemerintah dan pelaku pasar mewanti-wanti penyebaran Omicron. Sehingga tidak heran jika berdampak langsung pada kurs dan IHSG.
"Ini berdampak pada indeks saham gabungan yang saat ini beralih yang tadinya menghijau menjadi merah," kata Ibrahim kepada merdeka.com, Jakarta, Kamis (16/12).
Ibrahim mengatakan, dampak ke pasar kemungkinan besar hanya bersifat sementara, karena penanganan Covid di Indonesia cukup bagus dan pemerintah proaktif melakukan vaksinasi.
"Ini yang akan mendorong Rupiah dan IHSG mengalami penguatan," katanya.
Ibrahim menambahkan, dari mulai awal kemunculan Omicron memang sudah didengungkan-dengungkan oleh WHO yang berasal dari Afrika dan sudah menyebar di hampir semua wilayah termasuk Indonesia.
"Walaupun baru satu orang yang kena, ini mengindikasikan Indonesia berhati hati dengan Omicron. Karena omicron ini penyebarannya 70 kali lebih cepat dibandingkan varian Delta yang hanya 24 jam," tandasnya.
Menkes Budi: Seorang Pasien Terkonfirmasi Omicron
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMenteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengonfirmasi 1 kasus mutasi varian Omicron di Indonesia. Kasus ini berasal dari pekerja pembersih di rumah sakit Wisma Atlet.
"Tadi malam ada terdeteksi seorang pasien, N, terkonfirmasi Omicron," ucap Budi dalam konferensi pers virtual dikutip melakui akun Youtube Kementerian Kesehatan RI, Kamis (16/12).
Kronologi konfirmasi kasus berawal saat pihak rumah sakit darurat Wisma Atlet melakukan tes PCR terhadap 3 orang pekerja pembersih area rumah sakit, pada Rabu 8 Desember 2021. Pada Jumat 10 Desember, hasil tes ketiga orang tersebut positif Covid-19.
Di saat itu juga, Kementerian Kesehatan mengirim tiga sample positif Covid-19 ke Litbangkes untuk dilakukan uji whole genome sequencing (WGS). Hasil uji berdasarkan WGS baru keluar pada Rabu 15 Desember.
Budi mengatakan, ketiga pasien dalam kondisi sehat dan tanpa gejala.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya