Pemerintah terjunkan tim investigasi usut kecelakaan Freeport
Merdeka.com - Pemerintah telah mengirimkan tim investigasi untuk memeriksa kecelakaan yang terjadi di tambang milik PT Freeport Indonesia. Meski tengah diperiksa, Freeport tidak menghentikan kegiatan pertambangannya.
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot menjelaskan, tim investigasi telah melakukan olah kejadian perkara. Bahkan, kemarin Senin (27/7), mereka telah melakukan wawancara.
"Sekarang kami sudah mengirim tim investigasi ke sana. Pada Senin melakukan proses wawancara kepada seluruh jajaran di sana," ujarnya di Jakarta, Selasa (28/7).
Dia menambahkan, pihaknya juga akan melakukan audit keselamatan. Setelah tim investigasi menyelesaikan semua tugasnya, maka pemerintah akan mengolah data yang dihasilkan.
Pengolahan data tersebut nantinya akan menghasilkan rekomendasi kepada PT Freeport Indonesia. "Hasilnya nanti untuk menyimpulkan yang terjadi di sana. Kemudian ada rekomendasi dari pemerintah seperti apa," tutupnya.
Sebelumnya, kecelakaan kerja telah terjadi di area pertambangan PT Freeport Indonesia (PTFI) sekitar pukul 12.30 WIT di Mile Post 74. Seorang karyawan meninggal dunia usai mengalami luka berat. Korban yang sedang bekerja di area konsentrator terjatuh ke dalam konveyor belt dan terjepit di dalamnya.
Juru Bicara PT Freeport Indonesia Riza Pratama membenarkan terjadinya kecelakaan tersebut. "Betul, terjadi kecelakaan tadi pada pukul 12.30. Satu jam lagi kami akan keluarkan press rilis atas kecelakaan itu," ujar Reza melalui sambungan telepon kepada merdeka.com. (mdk/bim)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya