Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemerintah target bina 3,3 juta tenaga kerja konstruksi per tahun

Pemerintah target bina 3,3 juta tenaga kerja konstruksi per tahun Jalan layang Non Tol Casablanca-Tanah Abang. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Syarif Burhanuddin, mengatakan tugas besar untuk menciptakan tenaga kerja konstruksi bersertifikat, tidak mungkin dilakukan sendiri oleh pemerintah. Oleh sebab itu, para pemangku kepentingan di sektor konstruksi, bersama masyarakat dan pemerintah harus bekerja bersama meningkatkan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja konstruksi dalam menghadapi era liberalisasi perdagangan jasa.

"Apalagi pada 2018-2019, pemerintah menargetkan pembinaan 3.324.177 tenaga kerja konstruksi Indonesia per tahun untuk pemenuhan kompetensi tenaga kerja konstruksi. Tentu bukan tugas yang mudah," kata dia di Jakarta, Kamis (25/10).

Selain itu, Kementerian PUPR bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) akan kembali menggelar Konstruksi Indonesia 2018. Acara pameran konstruksi terbesar di Indonesia ini berlangsung di JIExpo Kemayoran pada 31 Oktober-2 November 2018.

Pameran tahun ini mengangkat tema Ketahanan Masyarakat Jasa Konstruksi Indonesia Menghadapi Liberalisasi Perdagangan Barang dan Jasa dengan Fokus Utama pada Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

Acara ini akan diisi dengan berbagai kegiatan dan acara. Namun sebagai wujud nyata dalam mendukung pengembangan SDM di sektor konstruksi, pada ajang ini akan digelar pemberian sertifikat kepada 12 ribu ‎tenaga kerja konstruksi yang rencananya diserahkan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada saat pembukaan pameran.

"Acara ini akan diadakan berdampingan dengan Indonesia Infrastructure Week 2018, pameran infrastruktur terbesar dan terlengkap di Indonesia. Konstruksi Indonesia 2018 akan menampilkan ribuan produk inovatif terhadap solusi bangunan dan konstruksi, workshop dan seminar Konstruksi Indonesia dengan mengangkat tema-tema menarik," ujar dia.

Sementara itu, Ketua Umum LPJK Ruslan Rivai menyatakan, LPJK selaku lembaga yang diberi tugas melaksanakan sertifikasi dan registrasi tenaga kerja konstruksi mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas serta perkembangan industri konstruksi di Indonesia.

"Melalui Konstruksi Indonesia 2018, selain sebagai wujud komitmen kami dalam mendukung program-program pemerintah terhadap pertumbuhan industri konstruksi di Indonesia. Kami juga melaksanakan misi peningkatan dan pengembangan pengetahuan dan teknologi di bidang jasa konstruksi serta pengembangan SDM konstruksi Indonesia," tandas dia.

Reporter: Septian DenySumber: Liputan6.com

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP