Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemerintah tak serius perhatikan sektor gas untuk industri UKM

Pemerintah tak serius perhatikan sektor gas untuk industri UKM Pipa Gas PGN. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Merdeka.com - Indonesia sudah memasuki era keterbukaan pasar bebas ASEAN atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). MEA dinilai sebagai momen penggerak industri kecil untuk bisa bersaing di pasar global.

Praktisi industri pengguna gas nasional, Achmad Widjaja menilai, industri kecil saat ini mayoritas menggunakan gas untuk bisa beroperasi. Namun, pemerintah tampaknya belum memperhatikan sektor gas untuk industri ini.

"MEA semua takut, tapi dua bulan ini sepi-sepi saja. MEA ini penggerak UMKM. Namun, untuk CNG (compressed natural gas/gas alam terkompresi), pipanisasi, tidak pernah dikumandangkan. Kenapa CNG enggak digalakkan untuk industri kecil?" kata Achmad di Hotel Akmani, Jakarta, Rabu (10/2).

Selain itu, Achmad juga menilai pemerintah tidak serius mengonversi bensin ke gas untuk bahan bakar mobil. "LNG konverter enggak berhasil, pemerintah enggak serius. Contoh Konverter mobil 15 juta," ucapnya.

Menurutnya, sektor industri membutuhkan bahan bakar yang murah, berlimpah dan ramah lingkungan. Itulah alasan sektor industri lebih memilih gas dari pada bahan bakar lain.

Namun, Achmad menilai, pemerintah masih belum serius membangun infrastruktur gas, baik untuk industri maupun kebutuhan rumah tangga. "Industri biar enggak kacau, CNG harus dijalankan. Ini PR yang pemerintah harus lakukan," kata Achmad.

"PLN pakai gas untuk utilisasi. Sedangkan industri pakai gas untuk semuanya. Pupuk jelas untuk bahan bakar," tegasnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP