Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemerintah Soal Manfaat BLT UMKM: Data BPS, 760.000 Orang Jalankan Usaha Baru

Pemerintah Soal Manfaat BLT UMKM: Data BPS, 760.000 Orang Jalankan Usaha Baru Pengrajin Batik. ©2012 Merdeka.com/dok

Merdeka.com - Asisten Deputi Koperasi dan UMKM Kemenko Perekonomian, Iwan Faidi mengakui, berbagai manfaat positif dari program Bantuan bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM) atau BLT UMKM. Di antaranya dengan mencetak banyak wirausaha baru di Indonesia.

"Jadi, memang BPUM memberikan efek luar biasa. Hal ini dibuktikan dengan data survei BPS yang menyatakan terdapat penambahan sekitar 760 ribu orang yang menjalankan usaha baru dan buruh informal naik 4,5 juta," tegasnya dalam acara Dialog Produktif Rabu Utama bertajuk Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) 2021, Rabu (5/5).

Anak buah Menko Airlangga ini menambahkan, manfaat BPUM lainnya ialah mampu menekan lonjakan angka pengangguran di tengah pandemi Covid-19. Menyusul adanya bantuan bagi sektor UMKM melalui BPUM.

"Karena, kita tahu bahwa PEN strateginya agar UMKM bisa terus mempertahankan usahanya," tekannya.

Oleh karena itu, dia menyebut, pemerintah berkomitmen untuk terus melanjutkan berbagai program insentif lainnya yang mampu melindungi kelangsungan bisnis UMKM maupun sektor lainnya. Seperti program Subsidi Bunga, Penempatan Dana Pemerintah ke Bank Umum, Penjaminan Kredit Modal Kerja, hingga pemberian PPh Final bagi UMKM yang sepenuhnya ditanggung pemerintah.

"Jadi memang ada beberapa insentif untuk UMKM ini. Dan untuk tahun 2021 dianggarkan Rp129 triliun, mungkin itu," ucap dia menekankan.

Per April, Realisasi Bantuan Pelaku Usaha Mikro Capai Rp10,4 Triliun

realisasi bantuan pelaku usaha mikro capai rp104 triliunRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Pemerintah kembali melanjutkan program Bantuan bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM) atau BLT UMKM 2021 sejak 1 Maret lalu. Total anggaran yang sudah disiapkan ialah Rp 15,36 triliun yang menyasar 12,8 juta pelaku usaha mikro di seluruh Indonesia.

Deputi Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Eddy Satria mencatat, realisasi penyaluran BPUM 2021 untuk tahap pertama mencapai Rp10,4 triliun hingga posisi April 2021 dari total pagu Rp11,76 triliun. Nilai penyaluran tersebut menjangkau sebanyak 8,6 juta penerima manfaat.

"Jadi, kalau dipersentasekan itu sekitar 88 persen untuk yang total (target) 9,8 juta (penerima tahap pertama," ucapnya dalam acara Dialog Produktif Rabu Utama bertajuk Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) 2021, Rabu (5/5).

Sementara untuk realisasi BPUM tahap dua akan dilakukan setelah seluruh penyaluran di tahap pertama telah selesai 100 persen. Namun, pihaknya berjanji untuk segera mempercepat penyaluran bantuan di tahap pertama. Hal ini demi mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional menuju tren positif di awal tahun 2021.

"Jadi, salah satu yang dicanangkan pemerintah adalah pertumbuhan tidak drop di kuartal pertama kemarin. Artinya kita berusaha ekonomi bergerak dan tidak mandeg," tekannya.

Dia menambahkan, proses pengusulan calon penerima BPUM tahun 2021 sendiri dilakukan dengan skema satu pintu. Yakni melalui dinas yang membidangi koperasi dan UKM di tingkat kabupaten/kota.

Selanjutnya disampaikan oleh dinas kabupaten/kota ke dinas yang membidangi koperasi dan UKM provinsi untuk dilanjutkan ke Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Bidang Usaha Mikro. "Hal ini agar lebih efisien dengan sistem satu pintu," paparnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP