Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemerintah siapkan lima proyek pita lebar

Pemerintah siapkan lima proyek pita lebar kabel optik. © atsnexgen.com

Merdeka.com - Pemerintah menargetkan lima proyek percontohan jaringan internet pita lebar (broadband) di seluruh Indonesia selesai tahun depan. Ini bagian dari rencana jangka panjang Indonesia Broadband 5 sampai 10 tahun ke depan.

Untuk memuluskan rencana itu, pemerintah menggandeng Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Detiknas) dipimpin Ilham Habibie, mewakili sektor swasta. Bappenas dan Kementerian Riset Teknologi turut dilibatkan dalam rapat bersama tersebut.

"Kita melakukan diskusi yang baik, intinya Indonesia diharapkan segera memiliki masterplan terkait pita lebar yang harusnya kita miliki. Detiknas telah mempersiapkan rancangannya dan sudah dievaluasi kementerian terkait," kata Menko Perekonomian Chairul Tanjung selepas rapat di kantornya, Jakarta, Kamis (7/8).

Menteri Telekomunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring mengatakan pihaknya sudah menyiapkan lima proyek pita lebar di lima kabupaten/kota. 

"Jadi ini masih percobaan, tapi sudah ada cetak biru. Dalam waktu setengah tahun ke depan sudah ada yang konkret," kata Tifatul.

Topik pilihan: Menkominfo | Chairul Tanjung

Targetnya, konsep pembangunan jaringan pita lebar di seluruh Indonesia bisa meniru Masterplan Percepatan Pembangunan dan Pengembangan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Artinya, ada keleluasaan bagi swasta untuk terlibat membangun infrastruktur telekomunikasi.

Untuk itu, Tifatul berharap menko bisa membawa isu ini ke presiden secepatnya. Kalau sudah ada teken dari SBY, Kominfo bisa lebih mudah melibatkan swasta maupun BUMN membangun jaringan broadband.

"Kendala implementasi. Karena sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan ekonomi. Ke depan dalam waktu sebulan targetnya agar presiden mengeluarkan perpres tentang broadband," ujarnya.

Broadband secara sederhana adalah infrastruktur yang bisa menunjang kecepatan akses data Internet antara 200 Kbps hingga 500 Kbps, lebih cepat dari modem berbasis sambungan kabel telepon biasa. Bila teknologi ini tersebar di seluruh Indonesia, maka banyak pihak yang diuntungkan, tak cuma pengguna Internet. Melainkan juga layanan ATM, televisi, serta pengusaha multimedia.

Catatan Kominfo, ketersambungan kabel internet standar di Indonesia mencapai 95 persen, sedangkan data Telkom, 91,7 persen kabupaten kota sudah mendapat sambungan sinyal 3G, tahap sebelum masuk ke fase broadband. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP