Pemerintah sebut stok beras hingga bawang merah aman
Merdeka.com - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pemerintah terus melakukan antisipasi terhadap ketersediaan bahan pangan. Seperti, beras, jagung hingga minyak goreng.
"Rapat hari ini bahas agar bahan pangan hingga upaya harga pangan tetap stabil. Insya Allah masih (aman) ini lagi di bahas, semuanya diwaspadai supaya tidak terjadi lonjakan harga," kata Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (18/10).
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman menyatakan stok beras nasional masih mencukupi hingga 8 bulan mendatang. Ini artinya, stok beras di dalam negeri aman hingga Mei 2017.
Dia mengungkapkan. saat ini stok beras di dalam negeri sebesar 2 juta ton. Jika rata-rata konsumsi nasional hanya 232 ribu ton per bulan, maka stok tersebut mencukupi hingga mencapai pertengahan tahun depan.
"Tadi kita rapat masalah pangan, ketersediaan pangan khususnya pangan strategis terutama beras. Alhamdulillah ada penurunan 0,9 persen harga beras sekarang, stok kita kurang lebih 2 juta dan itu cukup sampai bulan Mei 2017," ujar Amran di tempat yang sama.
Selain stok beras yang mencukupi, Amran juga menyatakan pada tahun ini impor jagung Indonesia mengalami penurunan yang signifikan yakni sekitar 2,6 juta. Padahal, tahun lalu saja impor jagung Indonesia menembus 3,6 juta ton.
"Tahun lalu kita impor 3,6 juta, tahun ini katakanlah kurang lebih satu juta, jadi ada penurunan 2,6 juta itu luar biasa kan," imbuhnya.
Sementara itu, untuk bawang merah, Amran menyatakan sudah ada kemajuan pesat untuk komoditas ini. Buktinya, tahun lalu Indonesia telah mengekspor sekitar 8.000 ton bawang merah, atau naik 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Bawang juga relatif stabil, aman. Kita sekarang bagaimana mendorong ekspor karena harga cenderung turun," tutup Amran.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya