Pemerintah revisi target pertumbuhan pembangkit EBT 2017
Merdeka.com - Pemerintah merevisi target pertumbuhan pembangkit listrik energi terbarukan pada 2017 menjadi 7 persen. Sebelumnya, pemerintah mematok target pertumbuhan sebesar 11 persen.
Koordinator Bulanan Dewan Energi Nasional (DEN), Dwi Hary Soeryadi, mengatakan ada beberapa alasan penurunan target revisi, salah satunya soal harga listrik. "Harga listrik, feed in tarrif. Di mana, PLN dan Pertamina tidak mau melaksanakan. Untuk itu harus ada penyesuaian. Maka akan ada subsidi silang untuk PLN," ucap Dwi di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (14/11).
Dwi meyakini target pertumbuhan pembangkit yang ditetapkan pemerintah sebesar 23 persen bisa tercapai. Namun, pada 2025 mendatang.
"Kita akan melakukan sosialisasi ke semua stakeholder supaya tahun 2025 EBT mencapai 23 persen dan ini sudah dilakukan oleh kementerian/lembaga untuk masuk rencana kerja mereka tahun 2017 dan seterusnya," jelas dia.
Dia merinci, dari target pembangkit energi terbarukan sebesar 7 persen, akan dimanfaatkan untuk listrik 10,6 gigawatt, biofuel 5,0 juta KL, biomassa 5,9 juta ton, biogas 49,6 juta M3 dan CBM sebesar 0,5 MMSCFD.
"Ketahanan energi memang belum keluar perpres namun sudah diputuskan dan sepakat subtansinya. Bahwa K/L sudah bisa menggunakan program dan anggaran 2017 dan diharapkan sudah ditetapkan, dan bisa dipakai acuan," jelas dia.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya