Pemerintah putuskan Kawasan Ekonomi Khusus di Bitung dan Palu
Merdeka.com - Pemerintah akhirnya menetapkan Bitung (Sulawesi Tenggara) dan Palu (Sulawesi Tengah) menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Total investasi yang diperlukan untuk mengembangkan keduanya mencapai lebih dari Rp 50 triliun.
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pengerjaan konstruksi pertama atau groundbreaking KEK Bitung bisa dimulai akhir tahun ini. Investasi yang dibutuhkan sekitar Rp 12 triliun- Rp 13 triliun.
"Jalan tol Bitung sudah dilakukan tahun ini, awal Januari sudah tender, serta perusahaan-perusahaan yang akan masuk tentu saja juga sudah siap," ujar Hatta di kantornya, Jumat (26/7).
Adapun untuk groundbreaking KEK Palu yang menelan biaya investasi sekitar Rp 40 triliun masih membutuhkan waktu. Ini lantaran pembangunan jalan akses Palu-Parigi sepanjang 35,7 kilometer masih terhambat.
Akses yang terletak di Provinsi Sulawesi Tengah, tersebut menghubungkan perairan Selat Makassar dengan perairan Teluk Tomini dengan jarak tempuh terpendek, kurang dari 60 menit. Selat Makassar di Palu dan Teluk Tomini di Parigi menjadi kunci dinamisasi transaksi ekonomi intra dan inter koridor.
"Terkait ruas jalan Parigi ke Teluk Tomini, itu problem tersendiri. Tapi dari seluruh prasyarat Palu sudah memenuhi dan siap," kata Hatta.
Selain Bitung dan Palu, Hatta juga mengisyaratkan ada lokasi lain yang bakal ditetapkan menjadi KEK, semisal Maloy (Kaltim) dan Tanjung Api-Api (Sumsel). Hanya saja, pemerintah pusat belum menerima rencana pengembangan terperinci dari masing-masing pemerintah daerah (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya