Pemerintah pesimistis capai target 10 juta turis asing 2015
Merdeka.com - Pemerintah pesimistis target kunjungan 10 juta turis asing tercapai tahun ini. Salah satu hambatannya adalah bencana alam yang mendera Indonesia belakangan ini.
"Kendala yang tidak bisa kami hindari adalah alam. Contohnya saat Rinjani meletus, itu membuat beberapa wisatawan tidak datang karena ditutupnya bandara," kata Asisten Deputi Pemasaran Mancanegara Kementrian Pariwisata Ratna Suranti, Jakarta, Rabu (11/11).
Kendala lain, ungkap Ratna, lemahnya promosi pariwisata. Menurutnya, pemerintah membutuhkan anggaran Rp 2 triliun untuk menggenjot promosi pariwisata Indonesia.
"November ini kami sudah mempersiapkannya. Yang jelas utamanya branding akan berlanjut walaupun kami tidak melupakan destinasi," katanya. "Daerah itu sendiri lambat kirimnya. Event apa yang dia punya, mana yang bertaraf international, nasional dan daerah. Mana yang mau kami promosikan atau perlu didukung."
Hingga triwulan tiga tahun ini, Indonesia telah dikunjungi sekitar 7,2 juta turis asing. Itu sekitar 72 persen dari target 10 juta turis asing 2015.
Dalam kesempatan sama, Anggota Komisi X DPR RI Jefri Riwu Kore mengatakan anggaran pariwisata bakal mencapai Rp 5,6 triliun tahun depan. Adapun anggaran promosinya naik menjadi Rp 3,6 triliun.
"Itu nilai yang luar biasa. Lebih banyak naiknya hanya di marketing saja," katanya. "Artinya apa? Komisi X nanti memaksa pemerintah untuk meminta hasil marketing yang nilainya sudah diberikan sekian banyak."
Dengan dana sebesar itu, kata Jefri, pemerintah menargetkan kunjungan sebanyak 12 juta wisatawan mancanegara pada tahun depan. Selanjutnya, target meningkat sebanyak 2 juta turis asing per tahun.
"Target 20 juta wisman pada 2020. Target kami tinggikan dong, karena kami kasih uang lebih banyak," katanya. "Ada empat hal yang harus diperhatikan guna memenuhi target wisman ke Indonesia. Yaitu, Branding, infrastruktur, Airlines dan Sumber daya manusia."
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya