Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemerintah pastikan tutup rugi Pertamina akibat jual murah Premium

Pemerintah pastikan tutup rugi Pertamina akibat jual murah Premium Antre mengisi BBM premium. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Pemerintah berjanji akan menutupi kerugian PT Pertamina (Persero) dalam menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium. Hingga September 2015, tercatat kerugian Pertamina menjual Premium sekitar Rp 15,2 triliun. Ini terjadi karena pemerintah memutuskan tak menaikkan harga Premium saat titik keekonomian barang tersebut meningkat.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM I Gede Nyoman Wiratmaja Puja mengatakan, kerugian tersebut juga merupakan salah satu beban pemerintah. "Kalau misalnya negatif (keuangan Pertamina) kan dibayar pemerintah ke Pertamina. Sebenarnya beban pemerintah," ujarnya di Gedung Ditjen Kelistrikan, Jakarta, Rabu (30/9).

Menurutnya, pemerintah akan memberikan opsi penutupan rugi kepada Pertamina, dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN) atau lewat dana ketahanan energi. "‎Itu PMN salah satu opsinya, dan ada dana ketahanan energi, bila disetujui bisa jadi dari sana akan diganti. Kan nanti kita sedang usulkan dana ketahanan energi," jelas dia.

Wirat menegaskan, kerugian yang ditutupi pemerintah untuk Pertamina tersebut bukanlah subsidi, karena harga BBM yang disubsidi hanya Solar. "Pertamina tidak boleh rugi karena yang menetapkan kan pemerintah.‎ Ini bukan skema subsidi kecuali Solar Rp 1.000 per liter kan," ungkapnya.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) mengungkapkan kesepakatan dengan pemerintah terkait mengapa harga Premium tak kunjung naik di saat harga Pertamax justru melejit. Pertamina menjelaskan bahwa pemerintah memberikan kompensasi berupa proyek migas.

Proyek ini alat barter ke Pertamina akibat kerugian penjualan Premium yang tidak kunjung ke harga keekonomian. Harga Premium yang berada di kisaran Rp 7.300 per liter, dan Solar di level Rp 6.900 per liter saat ini membuat Pertamina masih menanggung kerugian.

"Pemerintah akan berikan kompensasi ke Pertamina karena mereka (pemerintah) sudah tahu harga BBM yang sebenarnya (keekonomian) harus dijual. Opsinya banyak seperti berikan Pertamina kesempatan untuk kelola hulu migas atau proyek strategis di sektor migas," ujar Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro di Gedung DPR RI, Jakarta.

Proyek ini diharapkan dapat membantu Pertamina meraup target laba tahun ini sebesar USD 1,7 miliar dan tidak terganggu akibat kerugian penjualan Premium. "Pokoknya kita harus balance. Laba kita harus bisa (minimal) USD 1,7 miliar. Itu yang kita sampaikan ke pemerintah," cetusnya.

Baca juga:

Stafsus era SBY desak Presiden Jokowi segera turunkan harga BBM

Perlu aturan main agar Saudi Aramco bisa jual BBM di Indonesia

Operasikan dua kilang, Pertamina klaim tekan 30 persen impor BBM

Pertamina pangkas 50 persen transaksi Dolar Amerika Serikat

Pertamina dituding jadi penyebab tingginya harga gas industri (mdk/bim)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP