Pemerintah pastikan perjanjian perdagangan bebas IEU-CEPA untungkan UKM
Merdeka.com - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mendorong perundingan dari Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia dan Uni Eropa (IEU CEPA) dapat lebih seimbang untuk kedua belah pihak. Perjanjian tersebut diharapkan dapat menghasilkan keuntungan ekonomis yang terukur.
"Kami berharap peraturan-peraturan tersebut dapat menghasilkan keuntungan ekonomis yang terukur, seperti akses pasar yang lebih luas sebagai insentif bagi pihak yang dapat memenuhi kriteria sustainability," ujar Menteri Airlangga melalui siaran pers, Jakarta, Sabtu (14/10).
Menteri Airlangga mengatakan, diperlukan peraturan yang lebih seimbang pada lima elemen utama pada perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia dan Uni Eropa. Kelima hal tersebut antara lain akses pasar, fasilitasi perdagangan dan investasi, serta kerja sama ekonomi dan peningkatan kapasitas.
"Kami percaya bahwa Indonesia dan Uni Eropa merupakan mitra strategis dalam upaya pembangunan ekonomi," jelasnya.
Menteri Airlangga mengatakan dalam upaya negosiasi selanjutnya, pihaknya akan membuka peluang kerja sama di sektor industri kecil dan menengah (IKM) dengan Uni Eropa. Langkah ini dapat memberikan keuntungan mutual untuk pengembangan IKM di kedua belah pihak, sebab IKM merupakan salah satu pendorong penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Kontribusinya terhadap pertumbuhan sektor industri nonmigas mencapai 34,82 persen pada 2016, dengan jumlah sebanyak 3,6 juta unit usaha menjadi sektor mayoritas atau 90 persen dari total populasi industri nasional. Saat ini, IKM telah menyerap tenaga kerja sebanyak 8,7 juta orang sehingga mampu mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan," jelasnya.
Menteri Airlangga menjelaskan, pihaknya tengah mengembangkan program e-Smart IKM yang menyediakan profil IKM, produk dan marketplace secara digital. Pelaksanaan program ini untuk memastikan konsumen mendapatkan produk berkualitas tinggi dengan cara tercepat dan termudah.
"Kami ingin Indonesia dapat membangun kerja sama dengan Uni Eropa untuk membangun sistem ini. Secara khusus, IKM Indonesia dan Uni Eropa bisa bekerja sama dalam suatu sistem besar. Oleh karena itu, Indonesia dan Uni Eropa akan dapat mendorong harmonisasi standar terutama di sektor IKM," tandasnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya