Pemerintah minta perusahaan tambang patungan bikin smelter
Merdeka.com - Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM memanggil pelaku bisnis tambang produksi bijih tembaga dan konsentrat. Pemanggilan ini terkait rencana sinkronisasi pembangunan smelter tahun depan.
Direktur Jenderal Minerba Sukhyar menuturkan, para pelaku usaha tambang yang dipanggil hanya pemegang Kontrak Karya (KK). Yakni PT Freeport Indonesia, PT Newmont Nusa Tenggara, PT Gorontalo Mining dan PT Kalimantan Surya Kencana (KSC).
Pihaknya berharap keempat pemegang KK mau melakukan koordinasi agar kewajiban pembangunan smelter berjalan lancar tanpa alasan apapun. "Dengan demikian ke depan perusahaan ini perlu duduk bersama untuk memurnikan konsentrat yang ada," kata Sukhyar di Jakarta, Rabu (18/2).
Produksi konsentrat empat pemegang KK diprediksi makin meningkat. PT Gorontalo Mining bisa mencapai 50.000 ton di 2020. KSC bakal produksi konsentrat dengan kapasitas produksi 80.000 ton di 2018.
Kapasitas produksi Newmont berfluktuasi dengan jumlah 100.000 ton. Sementara Freeport mencapai 2,2 juta ton di tahun 2016.
"Dari jumlah produksi tersebut, ada smelter yang idle nantinya. kalau Freeport jadi membangun smelter dengan kapasitas 2,2 juta ton," jelasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Newmont Martiono bungkam ketika ditanya terkait wacana penggabungan smelter. Dia menyerahkan sepenuhnya pada pemerintah.
"Tanya Dirjen Minerba deh biar lebih jelas," tegas Martiono.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya