Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemerintah Luncurkan Program Padat Karya Restorasi Terumbu Karang di Bali

Pemerintah Luncurkan Program Padat Karya Restorasi Terumbu Karang di Bali Ilustrasi Terumbu karang. Ilustrasi shutterstock.com

Merdeka.com - Pemerintah meluncurkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Padat Karya melalui program restorasi terumbu karang Indonesia di wilayah Bali. Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Marves), Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Bali perlu mengembangkan sektor kelautan agar perekonomian bisa berjalan di tengah kondisi pandemi Covid-19.

"Program ini merupakan respon pemerintah atas penurunan aktivitas UMKM. Salah satu daerah yang menjadi sasaran pemerintah adalah Provinsi Bali yang perekonomiannya sangat tergantung dari sektor pariwisata. Ini masalah besar yang harus dihadapi, banyak pekerja yang mengalami pemutusan kerja," ungkapnya pada webinar, Rabu (7/10).

Sebelumnya, dia menjelaskan bahwa selama pandemi Covid-19, wisatawan mancanegara berkurang hingga 99 persen. Akibatnya Bali merugi Rp 9 triliun per bulan. Pertumbuhan ekonomi Bali di triwulan satu minus 1,14 persen dan merosot ke angka minus 10,98 persen di triwulan dua.

Namun, dengan mengembangkan sektor kelautan, dana stimulus dari pemerintah akan membantu masyarakat memiliki alternatif mata pencaharian dan tidak hanya bertumpu pada sektor pariwisata saja.

"Selama ini masyarakat tergantung di pariwisata sehingga pemasukan dari sektor lain sangat timpang padahal ada potensi yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sendiri seperti perikanan tangkap atau budidaya ikan," katanya.

Dia menjelaskan, Program PEN Padat Karya restorasi terumbu karang ini akan dilaksanakan di lima titik di Provinsi Bali. Kelima titik tersebut antara lain Pantai Sanur, Pantai Nusa Dua, Pantai Pandawa, Pantai Serangan, dan Buleleng.

Tujuan program PEN Restorasi Terumbu Karang ini adalah memulai kembali wisata bahari dan pemulihan ekosistem laut di Provinsi Bali yang hampir 36 persen rusak akibat berbagai faktor dan ulah manusia.

Program ini akan menyerap lebih dari 11.000 pekerja seperti, penyelam, seniman patung atau relief, katering atau penjual makanan, selain karyawan atau pegawai hotel dan nelayan yang berdampak. Terdapat pula pekerja bengkel, penyedia transportasi, masyarakat setempat, serta pemangku adat yang akan terlibat dalam program PEN Restorasi Terumbu Karang ini.

Reporter Magang : Brigitta Belia

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP