Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemerintah libatkan 5 BUMN revitalisasi Hotel Grand Inna Bali Beach

Pemerintah libatkan 5 BUMN revitalisasi Hotel Grand Inna Bali Beach Hotel Grand Inna Bali Beach. ©2015 merdeka.com/gede nadi jaya

Merdeka.com - Presiden Jokowi meminta kawasan hotel Grand Inna Bali Beach direvitalisasi agar dapat menjadi icon hotel negara. Tak tanggung-tanggung, 5 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terlibat dalam proyek tersebut, yaitu, PT. Hotel Indonesia Natour, PT. Hutama Karya, PT. Waskita Karya, PT. Pembangunan Perumahan, dan PT. Waskita Karya.

Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN, Edwin Hidayat Abdullah meminta kepada kelima BUMN yang terlibat dalam proyek revitalisasi Grand Inna Bali Beach untuk betul-betul bekerja sama, sehingga proyek berjalan lancar dan berkualitas.

"Ini (Proyek revitalisasi Grand Inna Bali Beach) bukan menang-menangan. Kita cari total value, bukan individual value. Jadi diatur supaya semua kerja sama supaya total value maksimal jadi golnya, bukan tujuan setiap perusahaan," kata Edwin di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (31/8).

Tak mau proyek berjalan terlalu lama, Edwin mengatakan pihaknya menargetkan waktu kajian pengembang kawasan hotel Grand Inna Bali Beach dapat selesai dalam waktu 2 bulan.

"Kita punya dua bulan untuk studi," tegasnya.

Meskipun proyek revitalisasi sedang berjalan, namun dia tetap meminta kawasan hotel Grand Inna Bali Beach tetap beroperasi agar pemasukan negara dari hotel tersebut tetap ada. "Tetap ada yang beroperasi. Karena sampai saat ini hotel Sanur itu punya kontribusi yang baik buat HIN," pungkasnya.

Direktur Utama PT. Hotel Indonesia Natour (HIN), Iswandi Said menambahkan Presiden Jokowi juga meminta untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut dan diberikan tambahan bangunan seperti mall dan convention center. Mengingat luwas kawasan hotel ini mencapai 46 hektar.

Meski demikian, Iswandi mengatakan bahwa Presiden Jokowi meminta agar bangunan lama hotel Grand Inna Bali Beach tidak diutak-atik, sebab sarat akan nilai historis.

"Yang existing kita biarkan. Kan yang lantai sepuluh itu sama pak presiden, tidak boleh diapa-apakan. Kan ada nilai historisnya kan," jelas Iswandi.

Menurutnya, revitalisasi maupun renovasi perlu dilakukan, mengingat sudah lama hotel yang diresmikan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1966 ini tidak direnovasi.

"Kan sudah lama tidak dilakukan renovasi sehingga kemarin, Pak Presiden, beliau melihat kawasan ini (Grand Hotel Bali Beach) perlu dibangun hotel dengan segala keperluan dan fasilitas lainnya."

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP