Pemerintah larang sementara operasional tambang Freeport
Merdeka.com - Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Thamrin Sihite mengatakan faktor utama kecelakaan di Freeport terkait dengan geografis struktur. Menurutnya, perlu evaluasi secara mendalam khususnya data dan teknis untuk mengetahui penyebab kecelakaan.
"Hal tersebut mempengaruhi kestabilan. Pasalnya, ini menyangkut hak 10 ribu hektar yang runtuh," ujarnya saat ditemui di Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta, Selasa (21/5).
Dia menegaskan, bahwa kecelakaan tersebut hanya menimpa ruang kelas saja. Namun, nahas saat kejadian, ruang kelas sedang dipakai untuk melakukan training. "Kebetulan ruang kelas itu digunakan untuk training, tahap yang paling utama keselamatan dahulu," jelas dia.
Thamrin menyebutkan, atas kejadian tersebut, sudah ada sanksi yakni memberhentikan produksi sebagian lokasi tambang. "Sanksinya bukan cara memberhentikan produksi secara keseluruhan namun yang harus maintenance yang harus tetap berjalan," ungkapnya.
Penghentian sementara produksi sebagian lokasi tambang dimaksudkan agar upaya evakuasi korban tidak terganggu dan maksimal. "Kalau sudah merasa aman, baru kita mulai lagi produksinya. Bukan stop secara total, tapi maintenance harus tetap jalan, karena ini kan di bawah tanah, pompa-pompa harus jalan, kalau tidak nanti banjir di situ," ujar dia.
Thamrin berharap pengumpulan data-data terkait kecelakaan yang terjadi di Freeport agar tetap menjadi fokus utama. "Data-data evaluasi itu yang paling harus diutamakan," tutupnya. (mdk/bmo)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya