Pemerintah klaim pembayaran e-tol capai 60 persen di September 2017
Merdeka.com - Pemerintah terus memperkuat koordinasi untuk efisiensi dan kualitas layanan sistem pembayaran elektronik jalan tol di seluruh Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebut hingga September 2017 pembayaran non tunai jalan tol sudah mencapai 60 persen sesuai target.
"Beberapa ruas jalan tol sudah memberlakukan elektronifikasi sebelum 31 Oktober 2017 sesuai dengan Peraturan Menteri PUPR tentang Transaksi Tol Nontunai di Jalan Tol yang mewajibkan pada akhir September sudah ada 60 persen gerbang tol yang menerapkan transaksi elektronik," kata Darmin di kantornya, Jakarta, Jumat (6/10).
Penerapan elektronifikasi jalan tol 100 persen pada bulan Oktober 2017 dilaksanakan sesuai amanat Presiden RI dan telah dituangkan dalam regulasi Peraturan Menteri 16/PRT/M/2017 tanggal 12 September 2017 tentang Transaksi Tol Nontunai di Jalan Tol.
Menurutnya, bahwa agenda elektronifikasi jalan tol di Indonesia menjadi begitu penting mengingat sasaran akhir pengembangan jalan tol yang berupa penerapan Multi Lane Free Flow (MLFF), yaitu proses pembayaran tol tanpa henti (pengguna jalan tol harus menghentikan kendaraan di gerbang tol), sehingga transaksi pembayaran menjadi lebih efisien dan lancar.
"Tahapan menuju pengembangan MLFF harus didahului dengan terwujudnya perilaku pengguna jalan tol yang sudah terbiasa dengan pembayaran nontunai, antara lain dengan penggunaan uang elektronik dan melalui sosialisasi bersama secara intensif di tingkat nasional," ujarnya.
Sebelumnya, AVP Corporate Communication PT Jasa Marga, Dwimawan Heru mencatat hingga pertengahan September 2017, sistem pembayaran non tunai di jalan tol sudah mencapai 49 persen, ditargetkan pada akhir Oktober bisa mencapai 100 persen.
Guna mengedukasi masyarakat untuk melakukan pembayaran non tunai, Jasa Marga telah menyiapkan petugas untuk mengatur kelancaran di gerbang tol. Tujuannya, untuk menyaring pengguna jalan tol yang tidak memiliki kartu agar bisa berpindah ke gerbang tol lainnya.
"Pertama siapkan petugas untuk atur, lalu filter di depan lokasi di mana mereka masih bisa belok ke arteri (jalan umum). Lalu di dalam kami sediakan orang yang jual kartu. Supaya kalau mereka tidak punya dan tidak siap ya silakan beli. Makanya harus ada orang bank di dalam gerbang yang kami berlakukan 100 persen. Itu meminimalisir kesemrawutan," imbuhnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya