Pemerintah klaim angka kekurangan gizi kronis anak terus kurang
Merdeka.com - Pemerintah Jokowi-JK berupaya menurunkan angka prevalensi stunting atau kekurangan gizi kronis pada anak-anak Indonesia. Hal ini terus dilakukan untuk menyiapkan generasi Indonesia yang berkualitas dan produktif dan baik di masa yang akan datang.
"Kita akan hadapi bonus demografi. Usia produktif harus diisi orang yang berpendidikan juga orang-orang yang sehat, ini penting. Tentu anak-anak tentu harus anak-anak yang sehat," ungkap Deputi Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Subandi, dalam diskusi publik memperingati 50 tahun ASEAN di Ritz Calrton Hotel, Jakarta Pusat.
Menurutnya, usaha pemerintah terus menunjukkan hasil positif, yang ditunjukkan dengan penurunan angka anak-anak penderita stunting baik pada balita maupun pada anak di bawah usia dua tahun.
Tercatat angka stunting pada anak di bawah dua tahun, telah menurun dari 32,9 persen pada tahun 2013 menjadi 26,1 persen pada tahun 2016. Sedangkan angka stunting pada anak balita turun dari 37,2 persen di tahun 2013 menjadi 33,6 persen pada tahun 2016.
Dia juga menegaskan bahwa upaya penurunan tingkat kekurangan gizi merupakan kerja sama dari seluruh kementerian atau lembaga terkait, agar dapat memperoleh hasil yang lebih baik, yaitu makin mengecilnya angka prevalensi stunting di Indonesia.
"Kita memang harus bekerja bersama untuk menurunkan angka stunting. Untuk perbaikan gizi, lakukan intervensi. Secara spesifik dilakukan oleh Kementerian Kesehatan, tapi juga melibatkan kementerian dan lembaga yang lain," pungkasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya