Pemerintah keluarkan 14 proyek dari daftar Proyek Strategis Nasional
Merdeka.com - Ketua Tim Pelaksana Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) Wahyu Utomo mengatakan pemerintah mengeluarkan 14 proyek dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN), karena diperkirakan proses konstruksinya belum bisa dimulai pada kuartal III-2019.
Meski demikian, dia memastikan dikeluarkannya 14 proyek dari PSN ini tidak ada kaitannya dengan utang pemerintah. "Tidak ada kaitannya (dengan utang)," ujar dia di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (19/4).
Menurut Wahyu, porsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara/Daerah (APBN/APBD) untuk pembangunan proyek dalam PSN ini terhitung kecil. Dari total nilai proyek sebesar Rp 4.100 triliun, porsi APBN/APBD hanya sebesar 10 persen atau Rp 423 triliun.
Kemudian, yang berasal dari Badan Usaha Milik Negara/Daerah (BUMN/BUMD) sebesar 31 persen atau sekitar Rp 1.271 triliun. Sedangkan porsi pendanaan dari swasta sebesar 59 persen atau sekitar Rp 2.419 triliun.
"Karena sumber pembiayaan dari swasta merupakan yang terbesar, sehingga beban dari APBN bisa terdistribusi ke proyek lain," tutupnya.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta bawahannya untuk memastikan proyek-proyek yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) bisa segera dikerjakan dan diselesaikan. Jokowi mengatakan, pada Sidang Kabinet Paripurna Februari 2018 lalu, dirinya telah meminta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution untuk mengevaluasi jalannya proyek-proyek tersebut.
"Pada Sidang Kabinet Paripurna di 12 Februari yang lalu saya memberikan arahan kepada Menko Perekonomian untuk melakukan evaluasi melihat satu per satu pelaksanaan proyek strategis nasional sampai dengan awal 2018 ini. Mana yang betul-betul bisa dieksekusi mana yang memang tidak mungkin dilaksanakan," ujar dia di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (16/4).
Jokowi menegaskan, proyek-proyek yang sudah berjalan namun belum juga rampung sampai tahun lalu harus segera di selesaikan. Sementara untuk proyek yang akan dilaksanakan pada tahun ini harus segera dieksekusi.
"Dan proyek-proyek strategis nasional yang belum rampung di tahun 2017, saya minta juga agar segera diselesaikan dituntaskan pengerjaannya untuk tahun ini. Begitu pula dengan program dan proyek strategis nasional yang direncanakan untuk mulai dikerjakan 2018, terus betul-betul dipastikan eksekusinya di lapangan," kata dia.
Reporter: Septian Deny
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya