Pemerintah Jokowi siapkan proyek infrastruktur tampung dana Sukuk
Merdeka.com - Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, mengatakan akan mendorong pembiayaan proyek pembangunan (project financing) melalui surat utang syariah atau Sukuk. Selama ini, pemerintah hanya menggunakan Sukuk untuk menutup defisit anggaran (budget financing).
"Kuncinya sekarang adalah penyiapan proyeknya. Jadi kalau (kementerian) keuangan menyiapkan instrumennya, Bappenas nanti menyiapkan project apa yang kira-kira bagus untuk masuk Sukuk untuk project ini," kata Menteri Bambang dalam World Islamic Economic Forum (WIEF) 2016 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (2/8).
Menteri Bambang berharap, dengan adanya program pengampunan pajak bisa membantu pembiayaan proyek-proyek tersebut. Selain itu, pemerintah juga mendorong perusahaan swasta turut mengeluarkan instrumen Sukuk.
"Pemain Sukuk sebagian besar baru pemerintah jadi seolah-olah porsi Sukuk hanya sebatas budget defisit. Menurut saya mungkin bisa lebih. Yang masih harus digali adalah korporate Sukuk," jelasnya.
Pemerintah, lanjut Menteri Bambang, saat ini akan mengkaji proyek mana saja yang feasibel untuk dibiayai agar lebih tepat sasaran dan efektif. Kajian meliputi penentuan kategori halal dari proyek dan jangka waktu proyek harus panjang.
"Karena masalah tanah, masalah izin segala macam, sehingga akhirnya pembiayaan yang sudah tersedia Sukuk itu jadi tidak terserap. Nah ini yang kita ingin minimalkan supaya tidak terulang lagi di masa depan," imbuhnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya