Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemerintah Jokowi janji sulap Batam saat ini lebih 'seksi'

Pemerintah Jokowi janji sulap Batam saat ini lebih 'seksi' Kepala BKPM Franky Sibarany. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Pemerintah tengah berupaya merevitalisasi kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (KPBPB) atau free trade zone (FTZ) Batam. Sebab, berbagai permasalahan yang terjadi selama ini di Batam menjadi kendala para investor untuk mengembangkan potensi di sana.

Seperti masalah ketenagakerjaan, proses dualisme antara pemerintah dan badan pengelola Batam, dan masalah rencana tata ruang wilayah.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Franky Sibarani mengatakan salah satu perbaikan yang akan dilakukan pemerintah adalah efektivitas iklim investasi di Batam, Bintan, dan Karimun (BBK). Sehingga, para investor asing akan tertarik untuk berinvestasi di daerah tersebut, salah satunya investor dari Singapura.

"Hari ini lebih banyak masih diwarnai diskusi dan usulan dan laporan terkait perkembangan otoritas Batam di sana. Intinya pemerintah akan memberikan kepastian dan iklim investasi yang lebih menarik di BBK," kata Franky di gedung Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (5/1).

Dia menambahkan, meski kondisi Batam sendiri masih terbilang baik, namun pemerintah akan tetap mengembangkan berbagai potensi investasi di sana. "Kita ingin terjadi peningkatan tidak hanya iklim tapi juga investasi di Batam. Singapura investornya mengatakan BBK salah satu tujuan investasi yang penting, seperti wisata dan industri," imbuhnya.

Sehingga, sangat penting bagi pemerintah untuk segera mencari solusi guna kelancaran rencana tersebut. "Namun boleh dikatakan selama 2015 ini sudah nampak langkah konkretnya. Seperti rendahnya unjuk rasa di Batam, dan kunjungan presiden ke Batam merupakan satu sinyal bahwa Batam penting," pungkas Franky.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP