Pemerintah Jokowi diminta jaga kawasan pesisir karena jadi jantung ekonomi masyarakat
Merdeka.com - Data REDD+ (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation) mencatat kerusakan ekosistem mangrove atau pesisir relatif lebih tinggi dibanding ekosistem padang lamun. Angka kerusakan mangrove mencapai sekitar 3,7 persen per tahun dengan tingkat kerusakan paling tinggi terjadi di Pulau Jawa terutama wilayah Pantura.
Sedangkan kondisi terbaik ekosistem mangrove ini berada di utara Kalimantan Timur dan kawasan Indonesia Timur, seperti Papua dan Maluku.
CEO World Wide Fund for Nature (WWF), Rizal Malik meminta pemerintah untuk secara serius menjaga kawasan ekosistem pesisir, sebab ekosistem pesisir merupakan jantung bagi ekonomi masyarakat kecil.
Menurutnya, tanpa ekosistem pesisir, masyarakat pesisir Indonesia akan mengalami kesulitan ekonomi yang sangat serius sebagai dampak dari tekanan yang ditimbulkan oleh kegiatan perikanan tangkap, budi daya, dan pariwisata.
"Indonesia sebagai negara kepulauan sangat bergantung kepada kawasan ekosistem pesisir. Ekosistem pesisir memiliki peranan panting bagi masyarakat Indonesia khususnya menjadi sumber ekonomi dari perikanan dan dalam mitigasi dan adaptasi dampak perubahan iklim," ungkapnya dalam World Blue Carbon Conference, di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (7/9).
"Kerusakan ekosistem pesisir tidak hanya dapat mengakibatkan bencana ekologis tapi juga menimbulkan dampak kerugian ekonomi yang masif," tegasnya.
Karena itu, upaya perlindungan dan restorasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil perlu dilakukan untuk menjamin fungsi optimal ekosistem pesisir.
Dalam pandangannya, ekosistem pesisir yang sehat akan menjamin keberlangsungan perikanan Indonesia terutama bagi 90 persen pelaku usaha perikanan skala kecil yang bergantung pada sumber daya ikan di pesisir.
"Kebijakan yang mendukung pelestarian dan pemanfaatan berkelanjutan dari kawasan pesisir sangat dibutuhkan untuk menyejahterakan masyarakat di kawasan tersebut," tambah Rizal.
Selain data REDD+ tersebut, Data Bina Pengelolaan Kawasan Ekosistem Esensial Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga menunjukkan luas hutan mangrove Indonesia pada Tahun 2017 sebesar 3,48 juta hektar. Angka ini jelas lebih kecil dibandingkan luas hutan mangrove pada tahun 1982, yakni 4,20 juta hektare.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya