Pemerintah janjikan solusi pelemahan Rupiah dalam waktu dekat
Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) masih bertahan di angka Rp 15.100-an per USD. Hal ini diyakini masih dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global yang bergejolak.
Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan pemerintah akan terus mengupayakan agar ekonomi Indonesia tetap kuat. Upaya menjaga ekonomi dalam jangka pendek dan menengah akan disampaikan dalam beberapa waktu mendatang.
"Sehingga, yang perlu kita lihat kalau midterm election yang November ini selesai, apa Trump masih begitu? Nah itu kita belum tahu. Jadi, oleh karena itu kita harus menyiapkan langkah jangka menengah. Tidak lagi sekadar jangka pendek. Apa saja itu, ya tunggu saja nanti kita akan jelaskan," jelasnya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (5/10).
Mantan direktur jenderal pajak tersebut menambahkan pelemahan nilai tukar ini disebabkan oleh perang dagang antar negara yang kian meluas. Strategi yang dimunculkan oleh negara maju berdampak pada ekonomi negara berkembang.
"Ekonomi Amerika entah bagaimana itu, memang bagus. Heran kita. Jadi ekonomi AS memang bagus. Kedua, kelihatannya perang dagang sudah tidak bisa direm. Ini akan jalan. Masing-masing mulai mengembangkan strategi yang bercabang-cabang, sehingga untuk nariknya supaya berhenti susah. Perlu waktulah," ujarnya.
Menko Darmin menjelaskan, situasi ketidakstabilan global ini sulit untuk dihindari. Sebab, seluruh negara di dunia kini mulai mengamankan posisi dengan membuat kebijakan-kebijakan baru dengan negara mitra dagang.
"(Ketidakpastian) Ya masih akan jalan. Karena perangnya bukan makin reda melainkan makin variatif, makin dikembangkan macam-macam cara. Sehingga tidak sekadar kenaikan tarif. Sekarang sudah mulai, aku mau kasih turunkan tarif dari yang lain, ada yang bilang bikin perjanjian baru dengan ini. Jadi sudah makin ruwet," jelasnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya