Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemerintah janjikan lokasi program sejuta rumah dekat tempat kerja

Pemerintah janjikan lokasi program sejuta rumah dekat tempat kerja Pembangun rumah KPR. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Pemerintah tengah melakukan percepatan program pembangunan sejuta rumah, termasuk mengenai strategi pengadaannya dalam lokasi yang strategis. Hal ini dilakukan agar masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), tidak mengeluarkan biaya tambahan saat mengambil rumah.

Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Ferry Mursyidan Baldan mengatakan lokasi sejuta rumah harus disesuaikan dengan lokasi pekerjaan masyarakat. Sehingga MBR bisa memilih rumah yang strategis sesuai dengan kebutuhannya.

"Misal, ketika orang tinggal di Jakarta, tiba-tiba dapat rumah di Sawangan, kerjanya di Jakarta Timur, itu beban baru. Biaya lagi ke tempat kerja dia, ke sekolah anaknya. Itu harus dihitung. Tujuan dari rumah murah untuk masyarakat berpenghasilan rendah itu tidak menghadirkan biaya baru untuk hidupnya," kata Menteri Ferry di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (12/4).

Namun, dia tidak menutup kemungkinan pada MBR untuk bisa membeli rumah murah jauh dari lokasi kerja. "Jika seseorang punya kemampuan, dia punya pilihan, oh di sini aja, maka dia bisa memenuhi adanya biaya tambahan buat biaya transportasi itu tidak apa-apa. Jadi artinya ada kemudahan untuk memiliki rumah," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Maurin Sitorus menjelaskan, rencana pembangunan rumah terintegrasi dengan lokasi kerja ini sudah terkonsep oleh Badan Infrastruktur Pengembangan Wilayah. Sehingga masyarakat berpenghasilan rendah bisa memilih sendiri rumah yang akan dibeli.

"Jadi semua sudah di tata, industri di sini, rumah di sini. Kalau penyediaan MBR diawali dengan rencana umum tata ruang. Disitulah nanti para pengembang membangun perumahan, dan MBR itu sendiri yang akan memilih di mana mereka akan beli. Jadi tidak diarahkan di sisi pemerintah dari sisi demand," pungkas Maurin di tempat yang sama.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP