Pemerintah janji beri insentif kembangkan blok migas di Natuna
Merdeka.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyiapkan sejumlah terobosan dalam pengembangan di Blok East Natuna. Hal ini dilakukan guna memenuhi amanat Presiden Joko Widodo dalam pengembangan di kawasan Kepulauan Natuna, Riau.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas), Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja, mengatakan terobosan yang telah dipersiapkan adalah dengan menambah waktu eksplorasi pada Wilayah Kerja (WK) yang akan segera habis masa eksplorasinya. Selain itu, pemerintah bakal menjanjikan insentif fiskal dalam pengembangan temuan ataupun cadangan baru di Kepulauan Natuna.
"Beberapa WK perlu ada fiskal term supaya ekonomis untuk dikembangkan. Perlu tambahan waktu eksplorasi untuk pemboran dan sebagainya," ujar Wirat di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (22/7),
Lebih lanjut, kata dia, ESDM juga telah memberi tugas kepada PT Pertamina (Persero) untuk melakukan konsorsium dengan Exxon Mobile dan PTTEP Thailand. Konsorsium tersebut dilakukan untuk joint studi dan melakukan market review terhadap potensi di East Natuna.
"Kita tugaskan Pertamina konsorsium dengan Exxon dan PTTEP untuk melakukan studi dan market review. Mereka butuh waktu 2 tahun, tapi kami minta dipercepat 1,5 tahun. Jadi akhir 2017 sudah ada kontrak bagi hasil (PSC) yang baru," katanya.
Saat ini, lanjut Wirat, tim dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) sedang melakukan kajian untuk produksi di Natuna. Kilang mini pun direncanakan juga akan dibangun di kepulauan tersebut.
"Tim SKK Migas dan berbagai pihak sedang mencari cara untuk produksi East Natuna, kita bisa bangun kilang mini karena produksinya hanya 7.000 hingga 15.000 barel," pungkasnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya