Pemerintah izinkan swasta pasok avtur di bandara
Merdeka.com - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengakui harga avtur di Indonesia secara rata-rata lebih mahal jika dibandingkan beberapa negara tetangga. Padahal, avtur menjadi kunci efisiensi bagi maskapai, terutama maskapai biaya murah (Low Cost Carrier/LCC).
Maka dari itu, Kementerian Perhubungan membuka pintu lebar kepada swasta untuk turut memasok avtur di bandara-bandara yang sedang di bangun. Selama ini bandara selalu dipasok oleh PT Pertamina (Persero).
Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso, mengatakan dengan masuknya swasta ini diharapkan bisa membuat harga avtur di Indonesia lebih kompetitif. "Jadi kita sudah bebaskan, fuel ini tidak boleh monopoli oleh Pertamina maka kita berikan kesempatan swasta untuk berpartisipasi," tegas Agus di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (10/7).
Agus mengakui harga avtur di Indonesia saat ini memang lebih mahal dibandingkan harga avtur internasional. Hal ini yang sering dikeluhkan maskapai di Indonesia.
Jika harga avtur ini lebih mahal dibandingkan internasional, sejumlah maskapai internasional lebih memilih Singapura menjadi hub untuk masuk ke Indonesia. Ketimbang langsung menuju ke salah satu kota di Tanah Air.
Padahal di sisi lain, pemerintah tengah meningkatkan jumlah wisatawan asing ke Indonesia. "Dengan begitu maka harapannya harga avtur lebih kompetitif," jelas Agus.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi mengakui harga avtur di Indonesia secara rata-rata lebih mahal jika dibandingkan beberapa negara tetangga. Padahal avtur ini menjadi kunci efisiensi bagi maskapai, terutama maskapai biaya murah (Low Cost Carrier/LCC).
Menteri Budi Karya mengaku pihaknya akan membicarakan mengenai harga avtur ini kepada PT Pertamina (Persero) yang sampai saat ini memasok avtur di seluruh bandara di Indonesia.
"Saya coba akan bicara dengan Pertamina kaitannya dengan harga avtur yang lebih mahal 20 persen dibandingkan internasional," kata Menhub Budi.
Saat ini pihaknya mendapat perintah dari Presiden RI Joko Widodo untuk mengembangkan maskapai dalam mendukung peningkatan kunjungan wisatawan di Indonesia. Salah satu yang akan dikembangkan adalah penerbangan LCC ini.
Menhub akan mendorong maskapai-maskapai LCC untuk bisa berekspansi ke berbagai bandara yang saat ini telah dibangun baik oleh Angkasa Pura atau Kemenhub.
"Kita akan bahas insentif apa saja kaitannya soal LCC ini. Karena kita akui LCC itu sangat penting bagi pertumbuhan pariwisata kita," pungkas Menhub.
Agus Santoso mengaku bakal terus membangun infrastruktur bandara untuk menopang pertumbuhan wisatawan di Indoensia. Salah satunya adalah memperpanjang runway di beberapa bandara.
"Karena kalau sudah bicara wisatawan maka bandara itu harus bisa didarati pesawat wide body atau narrow body supaya efisien," ucapnya.
Untuk pesawat narrow body sekelas Boeing 737 dan Airbus 320 setidaknya membutuhkan runway minimal 2.600 meter. Sedangkan untuk wide body sekelas Boeing 777 dan Airbus 330 perlu runway sepanjang 3.000 meter.
Reporter: Ilyas Istianur Praditya
Sumber: Liputan6
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya