Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemerintah Gandeng Korea Kembangkan Sistem Transportasi Cerdas di Jabodetabek

Pemerintah Gandeng Korea Kembangkan Sistem Transportasi Cerdas di Jabodetabek Kementerian PUPR Tingkatkan Pantauan Lalu Lintas di Jabodetabek dengan Sistem Transportasi Cerdas. ©Liputan6.com/Maulandy Rizki Bayu Kencana

Merdeka.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memprakarsai kerjasama proyek secara langsung melalui penandatanganan Record of Discussions (ROD) dengan Korea International Cooperation Agency (KOICA) tentang Penyusunan Rencana Induk Sistem Transportasi Cerdas dan Sistem Percontohan untuk Wilayah Metropolitan Jakarta (Jabodetabek).

Proses penandatanganan kontrak kerjasama ini dilakukan dan Country Director KOICA Hoejin Jeong /2019).

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto mengatakan, proyek ini bertujuan untuk meningkatkan sistem transportasi dan pemantauan lalu lintas di kawasan metropolitan Jakarta dengan menyusun rencana induk Sistem Transportasi Cerdas atau Intelligent Transport Systems (ITS) yang dikembangkan KOICA.

Selain itu, kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan jalan, akses, dan keselamatan lalu lintas dengan menyediakan informasi lalu lintas secara real time kepada pengguna jalan.

"Melalui kerjasama ini, Bina Marga berharap, dengan adanya sistem ini bisa mengatur lebih efektif sistem transportasi di wilayah Jabodetabek," ujar dia di Gedung Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (3/7).

Sebagai langkah awal, penerapan sistem ini akan dilakukan uji coba untuk koridor Jakarta-Cikampek. Tak hanya di Tol (Jakarta-Cikampek), namun juga di jalan non-tol sepanjang jalur tersebut.

Proyek ini nantinya akan berlangsung selama 5 tahun, terdiri dari 3 tahun untuk implementasi dan 2 tahun masa pemeliharaan dengan anggaran yang sudah disepakati sebesar USD 5,5 juta.

Bentuk kerjasama tersebut meliputi empat kegiatan, yakni Pengembangan Masterplan Sistem Transportasi Cerdas, Implementasi sistem percontohan yang akan dilakukan di koridor Jakarta-Cikampek, Penyediaan rujukan pedoman hukum dan peraturan Sistem Transportasi Cerdas di Indonesia, dan Pelatihan peningkatan kapasitas, baik di Indonesia dan di Korea.

Sebagai tahap awal, Sugiyartanto melanjutkan, kerjasama dengan KOICA ini baru memasuki tahap studi dan diskusi. Pasca diterapkan di lingkup Jabodetabek, ia pun membuka kemungkinan penerapan Sistem Transportasi Cerdas ini nantinya bisa dilakukan di seluruh wilayah Indonesia.

"Ya sekarang kita sampai 2020 baru diskusi dulu, dan mempelajari lalu lintas di Jakarta-Cikampek baik tol dan non-tol. Setelah 5 tahun, mungkin ini akan bisa dilakukan di seluruh wilayah di Indonesia," tandasnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP