Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemerintah diminta tingkatkan diplomasi dagang persempit transaksi berjalan

Pemerintah diminta tingkatkan diplomasi dagang persempit transaksi berjalan

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) memprediksi defisit transaksi berjalan atau Current Account Deficit (CAD) pada 2018 ini akan membengkak di atas USD 25 miliar, akibat kenaikan angka impor yang terlampau tinggi dibanding upaya ekspor.Pemerintah pun diminta untuk membuka keran ekspor ke negara alternatif.

"Dari sisi ekspor perlu ditingkatkan dengan cara memperkuat diplomasi dagang ke negara alternatif, insentif fiskal yang spesifik ke sektor penyumbang ekspor dan mempermudah perizinan," kata Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira kepada Liputan6.com, seperti dikutip Senin (30/7).

Bhima melanjutkan, pemerintah dapat menyikapi keadaan ini dengan membuat kesepakatan dagang dengan negara-negara yang secara prospek bagus, mulai dari yang berada di kawasan Asia Tengah, Afrika hingga Rusia.

"Asia Tengah dan Rusia butuh minyak nabati dalam jumlah banyak untuk suport industri makanan minuman dan oleokimia termasuk kosmetik. Untuk Afrika ekspor makanan minuman, bahan baku dan pakaian. Jadi masih besar celahnya," imbuhnya.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyebut defisit transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD) pada 2018 akan melonjak tajam dibanding 2017. Hal itu disebabkan tingginya realisasi impor.

"Kalau kita lihat transaksi berjalan, terus terang berat. Tekornya tambah besar," ucap dia di Gedung BI, Jakarta, Rabu (25/7).

"Ekspornya sebenarnya baik, cukup meningkat, tapi kenaikan impornya jauh lebih besar. Sehingga defisit dari transaksi berjalannya tahun ini akan lebih besar," tambah dia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP