Pemerintah diminta manfaatkan pertemuan IMF-World Bank atasi pelemahan Rupiah
Merdeka.com - Rupiah yang terdepresiasi atau melemah terhadap Dolar AS dinilai sebagai imbas dari kondisi ekonomi global yang tengah bergejolak. Maka dari itu, tidak ada yang bisa dilakukan Indonesia untuk mencegah hal tersebut.
"Ya kalau faktor global di luar kekuasaan kita. Faktor global tuh Trump (presiden AS), Xi Jinping (Presiden China) dan macam-macam itu," kata Pengamat Ekonomi, Chistianto Wibisono, saat ditemui dalam sebuah acara diskusi di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/9).
Oleh karena itu, dia berharap pemerintah bisa memanfaatkan momentum pertemuan tahunan International Monetary Fund dan World Bank (annual meeting IMF-WB) di Bali Oktober mendatang untuk mendatangkan keuntungan besar bagi Indonesia. Tidak hanya sebagai penyelenggara, diharapkan posisi Indonesia di kancah tata keuangan dunia bisa menjadi semakin kokoh.
"Yang akan dibicarakan di sidang world bank Oktober di Bali itu arsitektur keuangan global. Nah di situ sebenarnya kita harus berperan supaya dalam susunan baru itu Indonesia bisa ikut naik kelas untuk bisa ikut menentukan arsitektur financial global yang baru," ujarnya.
Dia menegaskan, jangan sampai Indonesia hanya menjadi tuan rumah saja tanpa mendapat keuntungan lebih dari sisi ekonomi terutama skala internasional. "Ini yang jarang orang ngerti karena dianggapnya wah itu sidang (annual meeting) cuma eo (penyelenggara) saja. Ini bukan urusan eo, ini ada masalah yang memang akan dibicarakan di situ, bagaimana merombak arsitektur keuangan global."
Sebagai informasi, pertemuan IMF-WB akan berlangsung dari tanggal 12 - 14 Oktober 2018 dan akan dihadiri oleh delegasi resmi dari 189 negara sebanyak 3.000 orang, staff IMF sebanyak 1.500 orang, media dari seluruh dunia sekitar 1.000 orang, 1.000 observer, 5.000 investor serta pengunjung lainnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya