Pemerintah Diminta Fokus Kejar Kualitas Pemulihan Ekonomi
Merdeka.com - Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2022 capai 5,2 persen. Perkiraan tersebut tentunya didukung oleh pertumbuhan investasi dan ekspor dampak reformasi struktural.
Menanggapi itu, Ekonom Faisal Basri menilai, seharusnya pemerintah lebih mementingkan sisi kualitas dari pemulihan ekonomi nasional ketimbang angka-angka yang bersifat kuantitas. Dia menilai proses pemulihan ekonomi nasional tidak membentuk pola huruf W, melainkan berpola huruf K.
Artinya, lanjut dia, pemulihan ekonomi yang terjadi saat ini tidak merata. Pola K bermakna sebagian masyarakat ada yang mengalami perbaikan ekonomi yang cepat dan sebagian lagi makin terpuruk.
"Jadi ada sektor-sektor kelompok masyarakat cepat recover, bahwa sawit misalnya luar biasa, nikel, batubara, farmasi. tapi mayoritas rakyat susah diangkat," kata Faisal Basri dalam Bincang APBN 2022, Jakarta, (18/10).
Selanjutnya
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comFaisal menilai prediksi pemulihan ekonomi tahun 2022 sebesar 5,2 persen hanya sebatas angka. Target yang dibuat pemerintah hanya untuk menyusun APBN pemerintah di tahun selanjutnya saja.
"Jadi ini untuk kepentingan penyusunan APBN alokasi dana berapa. Misalnya pertahanan buat 1,5 persen dari PDB," kata dia.
Padahal seharusnya, pemerintah fokus pada kualitas dari pemulihan ekonomi. "Jadi apa arti dari 5,2 persen, lebih baik bicara kualitas. Itu 5,2 persen untuk penyusunan APBN aja," kata dia mengakhiri.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya