Pengamat: Pemerintah harus minta China garansi kualitas kereta cepat
Merdeka.com - Pemerintah didorong untuk meminta China menjamin kualitas kereta cepat Jakarta-Bandung. Sebab, Negeri Tirai Bambu tersebut minim pengalaman dalam membangun transportasi massal berbasis rel tersebut.
"Terutama soal keselamatan, soalnya China kan baru bangun kereta cepat di negaranya sendiri," ujar pengamat transportasi Unika Soegijapranata Djoko Setijowarno, di Jakarta, Rabu (14/7).
Pemerintah memerintahkan Wijaya Karya, Jasa Marga, PT Kereta Api Indonesia, dan PTPN VIII untuk menggarap proyek sepanjang 200 kilometer tersebut. Konsorsium perusahaan pelat merah itu telah membentuk anak usaha, PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia.
Nantinya, anak usaha patungan tersebut bakal bekerja sama dengan konsorsium China dipimpin China Railways Construction Corporation.
Di sisi lain, Joko Widodo telah meneken Peraturan Presiden Nomor 107 Tahun 2015 sebagai dasar hukum percepatan proyek kereta cepat Jakarta dan Bandung.
Sebelumnya, Deputi Menteri Koordinator Perekonomian bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Lucky EKo Wuryanto mengatakan kehadiran kereta cepat harus bisa mendorong perekonomian wilayah yang dilaluinya. Ini seperti kejadian di negara lain.
"Tapi itukan butuh proses, ada dulu keretanya terus kemudian bisa direncanakan pembangunan apartemen atau kota baru," katanya. "kalau lihat Tokyo, disekitar stasiun-stasiun besar memang banyak berdiri apartemen dan toko." (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya