Pemerintah desak kontraktor tuntaskan tol akses Tanjung Priok
Merdeka.com - Pemerintah mendesak PT Waskita Karya dan PT Kajima (Jepang) selaku kontraktor tol akses Tanjung Priok menuntaskan pengerjaan jalan bebas hambatan sepanjang 11,4 kilometer itu tahun ini. Tol tersebut diharapkan bisa menampung 1.500 kendaraan per hari.
"Tol Akses Tanjung Priok, diharapkan menjadi solusi kemacetan sekaligus akses utama logistik ke Pelabuhan Tanjung Priok," kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU-Pera Hediyanto W. Husaini, Jakarta, Rabu (29/7).
Pembangunan tol tersebut membutuhkan lahan seluas 160,584 meter persegi dan investasi sekitar Rp 4,9 triliun. Dana sebesar itu diperoleh dari Jepang.
Tol akses Tanjung Priok terbagi dalam lima seksi. Seksi E 1 sepanjang 3,4 km beroperasi April 2011. Seksi E 2A sepanjang 1,92 km akan dioperasikan akhir Oktober 2015.
"Namun terkendala penambahan 11 pilar yang memerlukan waktu sekitar 12 bulan," ungkapnya.
Seksi NS Link sepanjang 2,24 km telah selesai Desember 2013. Namun, belum berfungsi lantaran terkendala pembebasan lahan di sekitar Jalan Sulawesi, Koja Utara, berdampak pada pembangunan 11 pilar.
Seksi NS Direct sepanjang 1,10 km akan diselesaikan pada akhir Desember 2015.
"Penyelesaian ini mundur dari jadwal awal yaitu Juni 2015 yang disebabkan belum adanya ijin koneksi flyover milik PT CMNP dengan flyover akses Tanjung Priok," jelasnya.
Dengan selesainya Seksi NS Direct dan Seksi E2A atau tanpa 11 pilar, maka jalan tol Akses Tanjung Priok dapat difungsikan sebagian. Di antaranya, mengakomodasi lalu lintas kendaraan berat atau angkutan khusus pelabuhan yang masuk dari tol pelabuhan dari arah Merak-Tangerang menuju Pelabuhan Tanjung Priok.
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya