Pemerintah dan DPR buka peluang ubah asumsi Rupiah
Merdeka.com - Pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI akan melakukan pembahasan asumsi dasar makro dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016 pertengahan bulan depan. DPR RI memperkirakan akan adanya peluang untuk membahas asumsi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD).
Anggota Komisi XI DPR RI Johny G Plate mengatakan, rencana perubahan asumsi nilai tukar usai melihat kondisi perekonomian Indonesia saat ini. Dalam RAPBN 2016, disepakati asumsi nilai tukar Rupiah terhadap USD, Rp 13.400 per USD.
"(13.400) Itu kan sesuai posisi terlemah saat itu, sekarang kan jauh lebih lemah, karena sekarang rupiah memasuki keseimbangan baru ya kemungkinan iya (asumsi berubah)," ujarnya di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (25/8).
Dia menambahkan, dalam penetapan asumsi Rupiah untuk menjadi APBN 2016, pihaknya tidak akan berfokus pada sentimen jangka pendek. "Karena harus tetap melihat perkiraan sentimen kedepannya," tuturnya.
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menegaskan, pihaknya juga terbuka terhadap kemungkinan revisi asumsi Rupiah.
"Pembahasan kan masih pertengahan September, kita lebih baik bicara realistis yang paling memungkinkan skenariomya kira kira tahun depan apa, itu yang jadi topik kami dengan DPR, kami terbuka," tegas Bambang.
Berdasarkan data RTI pukul 09.30 WIB, nilai tukar Rupiah berada di kisaran Rp 14.053 per USD. Pergerakan Rupiah ini menguat tipis dari pukul 08.30 WIB di kisaran Rp 14.058 per USD.
Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar Rupiah dibuka melemah tipis 6 poin ke level Rp 14.055 per USD dari penutupan perdagangan Senin 24 Agustus 2015 di kisaran Rp 14.049 per USD.
Pagi ini, nilai tukar Rupiah bergerak di kisaran Rp 14.034-14.072 per USD.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya