Pemerintah cuma gertak hentikan impor sapi Australia
Merdeka.com - Beberapa waktu lalu, hubungan Indonesia-Australia sempat memanas setelah mencuat kabar penyadapan yang dilakukan dinas intelijen Australia terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan koleganya. Pemerintah langsung merespon dengan meninjau ulang beberapa kerja sama Indonesia-Australia, termasuk impor sapi.
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan paling keras bersuara soal ancaman mendatangkan sapi Australia ke dalam negeri. Namun ternyata belum ada keputusan menghentikan impor sapi dari negeri kanguru tersebut. Perdagangan dan kerja sama ekonomi Indonesia-Australia masih berjalan lancar hingga saat ini.
"Yang pasti kita harus lakukan apapun agar menjaga stabilitas harga. Tapi kalau pasok dari dalam negeri tidak cukup ya kita harus ada alternatif lain. Tanya pak Suswono saja (untuk hentikan impor sapi Australia)," ucap Gita di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (11/12).
Gita mengaku belum ada pembicaraan lanjutan di tingkat menteri untuk menghentikan impor sapi Australia. Dia menuturkan, pembahasan akan dilakukan dalam waktu dekat. "Belum ada, mudah-mudahan dalam waktu dekat," tegasnya.
Tidak itu saja, Gita juga mengatakan kalau Indonesia saat ini masih membutuhkan pasokan sapi dari luar negeri. Jika sapi Australia dihentikan pemerintah harus siap terlebih dahulu mencari sumber sapi dari negara lain.
"Baru ada wacana di media saja terkait dengan pernyataan teman kita di kabinet. Kita akan pelajari tapi semangatnya untuk stabilitas harga ya. Kalau di dalam negeri pasoknya masih sangat tidak cukup ya kita harus peka dengan kenyataan ya kita harus mendatangkan pasok dari luar. Ya kalau satu tempat mau kita sikapi ya tempat lainnya kita buka," tutupnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya