Pemerintah Bongkar Rumus Jaga Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Pandemi
Merdeka.com - Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi 7,07 persen secara tahunan atau year on year (yoy) pada kuartal II 2021. Dengan begitu, Indonesia resmi lepas dari masa resesi setelah pertumbuhan ekonomi minus empat kuartal selama masa pandemi Covid-19.
Berdasarkan capaian tersebut, Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo mengatakan, pemerintah sudah bisa memetakan rumus untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di saat kasus positif Covid-19 masih menyebar.
"Sebenarnya kita punya potensi untuk segera bangkit. Secara fundamental kita juga menghadapi keadaan cukup baik, sepanjang Covid-19 dapat segera ditekan, diatasi, sehingga mobilitas bisa segera pulih," ujarnya dalam sebuah siaran video YouTube, Kamis (12/8).
Yustinus menyatakan, faktor terpenting pertumbuhan ekonomi saat ini ketika negara tidak lagi hanya bertumpu pada belanja pemerintah dengan berbagai stimulus yang diberikan, termasuk bantuan sosial (bansos). Menurut dia, hal ini terbukti di kuartal II 2021 ketika konsumsi rumah tangga juga tumbuh positif. Lalu investasi sudah mulai tumbuh dan angka ekspor/impor juga cukup baik.
"Secara pesan ini harus ada pemerataan dari sumber pertumbuhan kita. Kalau kita lihat sebelumnya kan kita lihat bertumpu pada belanja pemerintah," imbuh Yustinus.
Disebutkan Yustinus, sinyal positif juga terlihat dari sisi sektoral, utamanya pada industri pengolahan yang kontribusinya tumbuh paling besar. Dia menilai, itu menunjukan korelasi positif antara mobilitas dan purchasing managers index yang sudah cukup baik di atas 53-54.
"Ini menunjukan sudah ekspansi dari sisi industri manufaktur atau pengolahan. Ini kita harapkan bisa dipertahankan dengan tetap mempertahankan protokol kesehatan," ungkap dia.
Oleh karenanya, Yustinus berkesimpulan pemerintah sudah tahu rumus menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Dia pun menganggap arah pemerintah saat ini sudah tepat dengan melakukan pengetatan sosial dalam bentuk PPKM terlebih dahulu agar wabah Covid-19 betul-betul bisa tertangani.
"Dan yang paling penting adalah kesiapan kita, readiness untuk faskes dan alkes, sehingga kita bisa mengantisipasi apa yang terjadi ke depan di kuartal III dan kuartal IV," tegas Yustinus.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya