Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemerintah beri sinyal jual mobil murah pakai sistem wilayah

Pemerintah beri sinyal jual mobil murah pakai sistem wilayah Astra Agya dan Ayla. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Program mobil murah ramah lingkungan (LCGC) menjadi polemik setelah beberapa kepala daerah memprotesnya. Mobil murah ditakuti hanya akan menambah kemacetan di beberapa kota besar seperti Jakarta. Menanggapi keluhan beberapa pemda, pemerintah pusat sedang mengajak dialog pelaku industri otomotif agar penjualan mobil berharga di bawah Rp 100 juta itu dapat diarahkan ke daerah-daerah yang tidak padat penduduk.

Menteri Perindustrian M.S Hidayat mengatakan sudah berbicara dengan Agen Pemegang Merek (APM) produsen LCGC. Nantinya ada imbauan, supaya mobil murah penjualannya tidak terkonsentrasi di DKI Jakarta.

"Saya lagi bicara bagaimana caranya, sehingga jangan terkonsentrasi di kota-kota padat, seharusnya bisa, pengusaha-pengusaha ini teman saya semua sejak lama," kata Hidayat di sela-sela pembukaan Indonesia International Motor Show ke-21, di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (19/9).

Namun, penjualan dengan sistem zonasi (berdasarkan wilayah) tidak bisa dipaksakan. Sebab, juga bisa mengganggu jalannya bisnis otomotif di Tanah Air. Karenanya, kebijakan itu nantinya hanya berupa himbauan, bukan pembatasan penjualan. "Tentu aturan itu tidak bisa diskriminatif, saya akan imbau saja agar mereka bisa melakukan penjualan di luar Jakarta," tandasnya.

Sampai akhir tahun nanti, produsen mobil murah seperti Toyota dan Daihatsu akan memproduksi 30.000 unit mobil murah. Dari penjualan awal, menperin mengklaim peminat LCGC bukan hanya masyarakat DKI Jakarta saja, tidak seperti yang diperkirakan publik.

"Saya tanya sama Gaikindo, yang rame di mana saja, katanya di Makassar, Semarang dan di Solo, yang banyak," cetusnya. (mdk/idr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP