Pemerintah berencana wajibkan Toyota Cs buat mobil bahan bakar gas
Merdeka.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong produsen mobil seperti Toyota, Honda, dan banyak lagi untuk membuat mobil dengan berbahan bakar gas untuk Indonesia. Langkah ini sebagai cara mendorong konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG).
Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) IGN Wiratmaja Puja mengatakan akan bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Keuangan, untuk membuat kebijakan rencana ini.
"Jadi supaya ada kewajiban, misalnya satu pabrikan mobil menghasilkan 400.000 mobil maka 5 atau 10 persen harus berbahan bakar gas. Kedua kita ingin mobil gas ini ramah lingkungan seperti LCGC, jadi dengan gas kan bisa lebih green lagi. Ini yang kita usulkan," tuturnya di Hotel Mulia, Senayan, Selasa (11/4).
Dia mengatakan Peraturan Menteri (Permen) terkait konversi ini juga akan segera terbit. Saat ini, Permen masih berada di Kementerian Hukum dan HAM dan diperkirakan akan terbit dalam dua minggu.
"Sudah di tanda tangan pak menteri, menunggu nomer, begitu dapat nomor dipublikasikan. Tinggal dapat nomor dari Kementerian Hukum dan HAM, biasanya tak lama 1-2 minggu," katanya.
Nantinya dalam permen tersebut akan diatur setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) wajib memiliki dispenser gas. Selain itu juga, nantinya setiap kendaraan umum diwajibkan untuk menggunakan BBG.
"Buat kendaraan umum, kendaraan dinas di BUMN energi diwajibkan menggunakan gas. Daerah yang didahulukan daerah-daerah yang sudah ada fasilitas, misalnya, Jakarta, Surabaya Balikpapan, kota-kota yang sudah ada jaringan gas," tuturnya.
Terkait harga jual gas, Wirat mengakui belum diakomodir dalam Permen tersebut. Dia hanya mengungkapkan, untuk saat ini, harga BBG itu masih Rp 3.100 per liter.
"Kebijakan harga akan dibuatkan aturan tersendiri, yang penting memacu fasilitas terutama SPBG," ujarnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya