Pemerintah bakal wajibkan transaksi di Priok pakai Rupiah
Merdeka.com - Pemerintah akan mewajibkan penggunaan Rupiah dalam setiap transaksi bisnis di pelabuhan Tanjung Priok. Selama ini, transaksi di pelabuhan tersibuk di Indonesia itu lebih banyak menggunakan valuta asing, terutama dolar Amerika Serikat (AS).
Menteri Perindustrian MS. Hidayat mengatakan, lewat itu pemerintah berharap kurs Rupiah terhadap dolar AS bisa kembali menguat. Saat ini, pemerintah tengah menyusun peraturan yang mengharuskan transaksi bisnis di Pelabuhan Tanjung Priok memakai Rupiah.
"Banyak peraturan yang dibahas. Salah satunya, keharusan mata uang rupiah lagi. sekarang dolar dominan. itu akan berefek terhadap penguatan nilai Rupiah," katanya seusai rapat di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Jumat (19/7). Dalam rapat itu juga hadir Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).
Selain itu, pemerintah juga berupaya untuk menertibkan arus barang dari dan ke Tanjung Priok. Dengan begitu, masalah lamanya waktu inap atau dwelling time kontainer di Tanjung Priok yang selama ini dikeluhkan pengusaha, bisa terpecahkan. "
"Kita juga bicara penertiban Tanjung Priok. itu adalah mulut dari potensi private sector di Jawa dan dia tidak boleh tidak lancar," ujarnya. (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya