Pemerintah siapkan Rp 9,5 triliun kembangkan biodiesel
Merdeka.com - Pemerintah juga telah menyiapkan dana pengembangan kelapa sawit sebesar Rp 9,5 triliun. Dana tersebut akan digunakan menutupi selisih harga biodiesel ke PT PLN (Persero), pengembangan perkebunan kelapa sawit dan bangun desa tanggap api.
"Tahun depan kami alokasikan untuk B20 PLN sebesar Rp 8 triliun dan Rp 1,5 triliun itu untuk lain lain seperti penanaman kembali atau replanting misalnya," kata Kepala BPDP Kelapa Sawit Bayu Krishnamurti di Jakarta, Senin (19/10).
Selain itu, BPDP Kelapa Sawit dan Kementerian ESDM bakal membangun desa tanggap api sebagai program untuk memberdayakan masyarakat yang terkena asap di Kalimantan dan SUmatera.
"Kami sangat prihatin dengan saudara-saudara kita yang mengalami ispa, dan kami menawarkan program (tidak sekarang) tahun depan hal ini tidak terulang, dengan dukungan desa tanggap api usaha berbasis masyarakat mendeteksi dini kebakaran" jelas Bayu.
Nantinya, kata Bayu, masyarakat akan dibekali dengan pelatihan pencegahan api dan deteksi dini kebakaran. Dia berharap 100 desa tanggap api sudah terbangun pada tahun depan.
Sementara itu, Direktur Bioenergi DItjen EBTKE Kementerian ESDM Tisnaldi mengatakan saat ini sudah ada sembilan desa yang berhasil melakukan pencegahan kebakaran dini.
"Bioenergi dan biodiesel bisa jadi solusi yang fundamental daripada pencegahan api," kata Tisnaldi. (mdk/bim)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya