Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemerintah akui lamban kembangkan energi gas

Pemerintah akui lamban kembangkan energi gas Gas PGN. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengakui pemerintah lamban dalam pengembangan energi gas di dalam negeri. Rencana pembangunan SPBG selalu terlambat sehingga saat ini baru ada 20 SPBG yang berdiri. Padahal potensi gas di Indonesia diakui sebagai yang terbesar di dunia.

"Rencana diversifikasi BBM ke gas tidak berubah. Dulu memang terlambat membangun infrastruktur. Gas cukup dan sekarang kita percepat membangun itu," ucap Hatta di kantornya, Jakarta, Jumat (28/2).

Tidak hanya itu, Hatta juga mengakui lambannya implementasi program konversi BBM ke BBG. Salah satunya karena pengadaan konverter kit yang tidak berjalan mulus.

"Tahun dulu terlambat konverter kit dan tidak mungkin dari APBN. Insentif gas harus jauh lebih murah dari BBM subsidi. Kontribusi pemerintah beri subsidi untuk gas itu," jelasnya.

Upaya memaksimalkan potensi gas harus terus dilakukan mengingat penggunaannya lebih efisien dari BBM. Hatta menyebut harga gas sangat murah bila dibandingkan dengan harga BBM subsidi. Gas saat ini dijual hanya Rp 3.100.

"Kita berupaya tidak hanya di infrastruktur tapi gas juga, menteri ESDM setuju untuk itu," tegasnya.

Di tempat yang sama, Menteri ESDM Jero Wacik menegaskan, penggunaan BBM harus dikurangi karena tingginya harga minyak dunia. Apalagi pasokan BBM di Indonesia masih bergantung pada impor.

"BBM harus dikurangi karena mahal dan impor. Tidak mencemari lingkungan. Ini harus dilakukan. Memang Tidak mudah, lebih susah ngangkutnya. Infrastruktur kita atur," ucap Jero.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP