Pembinaan kurang konsisten, kontribusi koperasi ke PDB RI masih rendah
Merdeka.com - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil menengah (UKM) Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengakui kontribusi koperasi di Indonesia kepada Produk Domestik Bruto (PDB) nasional masih relatif kecil, dibanding negara lain di ASEAN seperti Malaysia (5 persen), Thailand (7 persen), maupun Singapura yang di atas 10 persen.
Hal ini dikarenakan kurangnya konsistensi dalam pembinaan koperasi. Sehingga, meski jumlah UMKM di Indonesia meningkat, namun kontribusi kepada PDB masih rendah.
"Hal itu salah satunya disebabkan antara lain karena pembinaan dan pengembangan koperasi di Tanah Air selama ini kurang konsisten. Oleh karena itulah awal 2014 kita lakukan reformasi total koperasi," ujar Puspayoga dikutip Antara, Kamis (12/4).
Dia membandingkan dengan Singapura, di mana mantan PM Lee Kuan Yew pada 1973 secara konsisten membina NTUC Fair Price, hingga menjadi koperasi ritel terkemuka di Singapura dengan pangsa pasar 60 persen, bahkan masuk dalam daftar 300 koperasi besar dunia. Koperasi ini didirikan atas inisiatif aktivis organisasi buruh National Trade Union Conggress (NTUC) dan pengaruhnya di pemerintahan cukup kuat, di mana anggotanya mencapai 500 ribu orang. Sementara jumlah penduduknya hanya 6 juta jiwa.
Pada era yang sama pada 1970-an, Indonesia gencar membangun Koperasi Unit Desa (KUD), namun sayang berbeda pendekatannya. NTUC Fair Price dibangun dengan konsep pelibatan partisipasi masyarakat terutama para pekerja untuk aktif mencari solusi kehidupan mereka sendiri secara otonom. Sedangkan KUD dibangun dengan konsep dari atas dan interventif.
Selain itu juga diberikan banyak fasilitas modal, gedung, manajemen, dan pengutamaan bidang bisnis. Hasilnya, NTUC Fair Price tumbuh dan berkembang pesat sebagai entitas bisnis mandiri yang dimiliki masyarakat secara luas, sementara KUD malah rontok satu persatu karena fasilitas yang ada dicabut hingga kehilangan kepercayaan masyarakat.
"Oleh karena itulah, sejak akhir 2014, kita melakukan reformasi total koperasi, yang kini sudah mulai membuahkan hasil alias pecah telur. Dimana dulu sampai 2014, PDB koperasi hanya 1,7 persen kini menjadi 4,1 persen," imbuhnya.
Dengan berbagai langkah yang konsisten, Puspayoga menargetkan pada 2019, kontribusi PDB koperasi di Indonesia bisa mencapai 5 persen. Oleh karena itu banyak perubahan dalam regulasi yang dilakukan pemerintah untuk berpihak kepada koperasi.
"Tanpa koperasi berperan baik, tidak akan terjadi pemerataan kesejahteraan. Marilah bersama-sama koperasi betul-betul berperan untuk anggota," tandasnya.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya