Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pembentukan Holding BUMN Tambang di mata investor

Pembentukan Holding BUMN Tambang di mata investor Bursa Saham. REUTERS/Daniel Munoz

Merdeka.com - Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tiga perusahaan BUMN, yaitu PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, dan PT Timah Tbk telah menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan terkait perubahan status Perseroan dari Persero menjadi Non-Persero.

Langkah tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2017 tentang Penambahan Penyertaan modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal Saham PT Inalum (Persero) dan membentuk Holding BUMN Tambang.

Analis Ekuitas dari Trimegah Sekuritas, Sandro Sirait menyebut bahwa langkah ini tidak berpengaruh negatif kepada investor. Terbukti, saham anggota holding tersebut yakni PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, dan PT Timah Tbk pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia kemarin bergerak naik dengan rata-rata di atas 2 persen.

"Investor sudah dapat kepastian bahwa Inalum tak perlu tender offer dan ini mengurangi sentimen negatif, " ujar Sandro di Jakarta.

Dia menambahkan, investor sepertinya meyakini tiga perusahaan tambang pelat merah tersebut secara jangka panjang sangat diuntungkan. "Mereka (investor) tahu bahwa negara (RI) toh tak akan mau membuat perusahaan-perusahaan ini rugi," kata Sandro.

Dalam pandangan dia, tidak ada perubahan mendasar dari tiga perusahaan tambang pelat merah yang jadi anggota holding tersebut. Karena sahamnya juga masih dimiliki dan dikontrol pemerintah. Bahkan, komisaris dan direksi juga masih ditunjuk oleh pemerintah.

Menurut dia, publik pun seharusnya tidak salah persepsi terhadap kehadiran holding BUMN Tambang. Apalagi, ini juga bertujuan memperkuat BUMN dalam menghadapi persaingan industri pertambangan nasional maupun internasional. "Dalam jangka pendek, tujuannya kan baik untuk mengakuisisi Freeport. Ketiganya kalau digabung kan besar, jadi leverage juga buat Inalum," katanya.

Ke depan, dia optimistis pergerakan saham tiga perusahaan tambang terbuka itu akan kian menghijau dan itu untuk jangka panjang.

Informasi saja, saham Aneka Tambang (ANTM) kemarin diperdagangkan naik 2,3 persen ke level 665 dibandingkan harga pembukaannya di level 650. Sedangkan saham Bukit Asam (PTBA) naik 3,7 persen dari harga pembukaan 11.000 menjadi diperdagangkan di level 11.225. Dan, saham Timah (TINS) menanjak 1,2 persen dengan diperdagangkan pada level 845 dibandingkan harga pembukaan 835.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP