Pembentukan anak usaha Merpati dituding hanya proyek akal-akalan
Merdeka.com - Pembentukan anak perusahaan Merpati Nusantara Airlines melalui Kerjasama Operasional (KSO) dengan pihak swasta dituding merupakan proyek akal-akalan saja. Pasalnya, tidak diketahui secara jelas bagaimana pembagian saham dan deviden perusahaan nantinya.
Merpati telah berencana membuat anak perusahaan dengan menggandeng dua investor swasta yakni PT Bentang Gemilang Persada dan PT Amagedon. Anak perusahaan tersebut nantinya bernama Merpati Avation Service yang bergerak di bisnis penerbangan juga.
Pembentukan anak usaha tanpa disertai uji kelaikan yang gamblang justru berpotensi menimbulkan masalah di kemudian hari. Pada akhirnya, BUMN tersebut bakal membutuhkan suntikan dana modal dari APBN. Sama seperti perusahaan induknya.
"Pertama, pembentukan anak perusahaan yang diberikan swasta yang cuma dikasih penerbangan perintis itu menguntungkan atau tidak. Atau bisa menggunakan penerbangan umum. Ujung-ujungnya setor modal lagi, atau diberikan injection seperti kasus century. Ini akal-akalan saja," ujar Ketua BUMN Watch, Naldy Nazar saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Selasa (28/1).
Menurutnya, membuat anak perusahaan baru tidak akan menguntungkan sama sekali. Merpati disarankan merger dengan Garuda Indonesia. "Ini bisa jadi kepentingan politik saja. Mending lepas saja sekalian Merpati ke swasta, sudah beres," katanya.
Dalam penyelesaian karut marut kasus utang Merpati, pemerintah juga harus bersikap tegas dalam menentukan prinsip perusahaan. Apakah itu berorientasi keuntungan atau layanan jasa publik.
Dia mengaku menhub selama ini menyatakan Merpati merupakan maskapai penerbangan untuk rute perintis. Padahal, rute perintis tidak memberikan keuntungan bagi perusahaan.
"Jadi BUMN-BUMN yang merugi itu sebaiknya di merger. Seperti Nindya Karya, Wijaya Karya itu kan sama satu bidang, pengerjaan sama. Kenapa tidak digabung saja," ucapnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya