Pembelaan Kementerian Perdagangan saat harga ayam melonjak drastis
Merdeka.com - Kementerian Perdagangan menyatakan melonjaknya harga ayam potong di pasar tradisional lantaran kekosongan stok ayam di peternakan. Harganya melonjak hingga Rp 38.000 hingga Rp 40.000 per ekor.
"Sebetulnya harga ayam itu naik karena pasca lebaran permintaan naik 20 persen. Tapi kondisinya stok di peternak kosong," ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Srie Agustina di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Selasa (18/8).
Srie menuturkan, pasokan ayam tidak bisa segera kembali normal karena pengisian ayam bibit atau day old chicken (DOC) baru dapat dilakukan 6 hari setelah pasokan lama habis. Tidak hanya itu, dibutuhkan sekitar 3 minggu untuk proses pemotongan. "Nah itu kan butuh waktu 21-25 hari buat panen," jelas dia.
Menurut perkiraannya, pasokan ayam baru kembali normal pekan depan setelah sebagian besar stok ayam di peternak bisa dipotong. Atas perkiraan itu, dia menjamin harga ayam bisa normal lagi pekan depan.
"Kalau dihitung, panen (ayam) baru akan dilakukan pekan depan. Jadi pekan depan harga bakal normal karena pasokan bakal kembali normal," ungkapnya.
Sekadar informasi, pedagang ayam di sejumlah wilayah Jabodetabek menggelar mogok berjualan. Langkah ini dilakukan setelah pedagang daging sapi juga mogok jualan pada pekan lalu.
Harga yang tinggi di tingkat pedagang pasar tradisional menjadi salah satu pemicu mogok tersebut. Saat ini harga ayam potong berkisar Rp 38.000-Rp 40.000 per kilo gram (kg).
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya