Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pembebasan lahan jalur LRT Jabodebek capai 90 persen

Pembebasan lahan jalur LRT Jabodebek capai 90 persen lrt. ©2015 frohsz.de

Merdeka.com - Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Budi Harto, mengakui bahwa pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) masih terkendala pembebasan lahan yang saat ini baru mencapai 90 persen. Sementara pembebasan lahan depo LRT ditargetkan selesai pada Mei 2018.

"Kalau trase sudah 90 persen, ada yang luas 10 hektare (belum selesai) tapi di Depo. Itu bisa sampai April, Mei selesai tidak ada-apa, nanti kan pakainya 2019," ucap Budi Harto saat ditemui di Kantor Kemenko Maritim, Kamis (8/2).

Meski demikian, tidak ada kendala dalam pembebasan lahan karena tanah di sepanjang jalur LRT merupakan tanah milik pemerintah, sehingga proses kontruksi sudah bisa dimulai. "Semua tanah pemerintah bisa konstruksi seperti tanah PLN, TNI AU, Tanah Pramuka," ujarnya.

Sedangkan lahan yang saat ini masih belum dibebaskan adalah adalah tanah milik swasta dan masyarakat di kawasan Bekasi Timur yang bakal digunakan untuk depo. "Jadi tinggal tanah masyarakat saja yang masih dalam proses. Itu di Depo Bekasi Timur dan beberapa titik kecil-kecil."

Sebelumnya, Budi menjelaskan, kendala yang utama karena adanya beberapa tanah milik swasta yang belum dilepaskan oleh pemiliknya sehingga pembangunan proyek di tempat tersebut belum bisa dikerjakan. Kesulitan terbesar adalah pembebasan lahan di daerah Bekasi Timur karena membutuhkan lahan yang cukup luas untuk pembangunan depo LRT di kawasan tersebut.

"Yang agak besar itu tanah yang untuk depo di Bekasi Timur itu perlu 10 hektar, tapi yang 5 hektar tuh tanahnya Adhikarya, sisa 5 hektar punya swasta. Itu tinggal tinggal itu aja," ujarnya.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP