Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pembebasan Lahan 2 Bendungan Penahan Banjir Jakarta Terkendala Vila

Pembebasan Lahan 2 Bendungan Penahan Banjir Jakarta Terkendala Vila Jokowi Tinjau 2 Proyek Bendungan Penahan Banjir Jakarta. ©2018 Liputan6.com

Merdeka.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melaporkan pembebasan lahan proyek bendungan penahan banjir Jakarta yakni Sukamahi dan Ciawi di Kabupaten Bogor sedikit terkendala. Hal ini lantaran adanya bangunan seperti vila di tempat tersebut.

"Ini (realisasi) dibandingkan rencana memang ada defiasi dikarenakan masalah pembebasan lahan," ungkap Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Hari Suprayogi, di Bendungan Ciawi, Bogor, Rabu (26/12).

Sejauh ini proses pembebasan lahan di Bendungan Sukamahi baru mencapai 50 persen dan Bendungan Ciawi baru sekitar 35 persen. Pembangunan kedua bendungan tersebut dimaksudkan untuk menahan kiriman air dari hulu ke hilir yang kerap membuat Jakarta banjir saat musim hujan.

Menurut data Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, progres fisik di Bendungan Sukamahi saat ini tercatat sebesar 13,760 persen, lebih rendah dibanding rencana awal 14,749 persen.

Sementara realisasi konstruksi fisik di Bendungan Ciawi yakni 9,22 persen, atau lebih rendah dibanding target awal yang sebesar 17,44 persen.

Hari Suprayogi melanjutkan, tanah yang mahal jadi salah satu kendala utama dalam kelanjutan pembangunan kedua bendungan ini. "Tanah kan di sini tahu sendiri mahal, apalagi yang dibebasin ada vila," keluhnya.

Problem lainnya, sambungnya, yakni keberadaan tanah makam dan wakaf di sekitar proyek penahan banjir Jakarta tersebut. Oleh karenanya, dia mengatakan, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono telah menjalin kesepakatan dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati agar proses pembebasan lahan dapat turut didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). "Menteri PUPR dan Menteri Keuangan sudah setuju bahwa tanah wakaf pun bisa dibayar oleh APBN. Jadi kita siapkan. Bisa lebih cepat dengan APBN," ujar dia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu KencanaSumber: Liputan6.com

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP