Pembatalan PPKM Level 3 Akhir Tahun Tak Langsung Buat Kunjungan Wisata Naik Drastis
Merdeka.com - Pemerintah membatalkan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 menjelang libur natal dan tahun baru (nataru) di seluruh Indonesia. Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran menilai pembatalan tersebut membuat dunia usaha bisa menghela napas panjang.
"Adanya kebijakan tersebut masih ada terjadinya potensi pergerakan orang buat berwisata," kata Yusran saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Rabu (8/12).
Hanya saja, kata Yusran kebijakan pemerintah yang berubah-ubah ini justru membingungkan masyarakat. Sehingga, peningkatan kunjungan di hotel maupun tempat wisata diperkirakan tidak meningkat signifikan.
Apalagi pemerintah telah menghapus cuti bersama dan mengimbau PNS untuk tidak mengambil cuti selama musim liburan nataru. Hal ini membuat peningkatan masyarakat untuk melakukan perjalanan jadi terhambat. "Dua hal itu bisa jadi filter, sehingga peningkatan yang terjadi tidak akan drastis," kata dia.
Belum lagi, pembatalan PPKM level 3 juga diikuti beberapa persyaratan. Misalnya melarang orang yang belum divaksin untuk bepergian, terutama lansia yang belum mendapatkan vaksin.
Pemesanan Hotel
Dari sisi pemesanan hotel, Yusran mengatakan selama pandemi terjadi beberapa perubahan. Biasanya menjelang musim liburan masyarakat sudah banyak yang melakukan pemesanan kamar jauh-jauh hari.
Namun selama pandemi, pemesanan kamar ini dilakukan secara langsung. Hal ini sebagai akibat dari kebijakan pemerintah yang selalu berubah-ubah.
"Kebijakan yang selalu berubah di last minute ini bikin reservasi hotel jadi kecil," kata dia.
Selain itu, wisatawan saat ini lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi saat berlibur ketimbang menumpang pesawat. Sehingga mereka lebih fleksibel dalam memilih tempat istirahat.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya