Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pembantu rumah tangga pembeli utama kosmetik palsu

Pembantu rumah tangga pembeli utama kosmetik palsu Kosmetik palsu di Pasar Asemka. ©2013 Merdeka.com/Al Amin

Merdeka.com - Pembantu rumah tangga menjadi pelanggan utama kosmetik palsu. Itu berdasarkan survei terkini terkait peredaran obat dan kosmetik palsu yang dibuat oleh Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) dan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

"Kosmetik palsu ini berbahaya," ucap Ketua Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) Widya Buenastuti saat Talkshow tentang bahaya obat dan kosmetik palsu, di Jakarta, Selasa (20/5).

Menurut Widya, peredaran obat dan kosmetik palsu di Tanah Air semakin mengkhawatirkan. Sayangnya, Dia tak memiliki data pasti mengenai seberapa banyak obat dan kosmetik palsu beredar di pasaran.

Berdasarkan survei, alasan utama yang membuat obat dan kosmetik palsu masih laris manis adalah karena harganya yang murah. Selain itu, penjual memanfaatkan ketidaktahuan konsumen.

"Konsumen dalam kondisi ini tentunya menjadi korban yang tentunya telah dirampas hak-haknya," tegasnya.

Terkait itu, Widya memberikan sejumlah saran agar konsumen terhindar dari obat dan kosmetik palsu. Antara lain, membeli di toko resmi, mengecek nomor registrasi.

"Kemudian lihat kemasan sesuai dengan kemasan disetujui BPPOM.  Ada nggak keterangan siapa produsennya. Ini sudah terlindung dalam UU Perlindungan konsumen." (mdk/yud)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP